Militer Jerman Operasikan Sistem Mata-mata di Langit


Grafschaft, Jerman (ANTARA News) – Militer Jerman meresmikan pengoperasian sistem satelit mata-mata di langit, Kamis, sehingga memungkinkan negara itu mengintip dengan menembus awan atau kegelapan malam pada setiap sasaran di bumi.

Sistem radar lubang lensa sintetis (SAR) itu menggunakan lima satelit yang memantulkan sinyal radar kembali ke bumi. Komputer canggih akan mengubah sinyal itu menjadi gambar benda di darat dengan ukuran hingga selebar setengah meter.

Jerman memanfaatkan data itu bersama dengan Prancis, yang mengoperasikan satelit militer Helios II yang memfoto sasaran di darat pada siang hari.

Sistem Jerman senilai 350 juta euro atau 445 juta dolar itu, dengan nama sandi SAR-Lupe, menjadi operasional pada musim panas dan diserahkan secara resmi kepada militer, Kamis, dari pembuatnya, OHB System. Stasiun darat sistem tersebut terletak di Grafschaft.

Para pejabat pertahanan menyatakan Jerman akan mampu mengambil gambar radar di setiap tempat sekitar 10 jam setelah memperoleh perintah. Waktu selama 10 jam ini dibutuhkan satelit untuk tiba di atas sasaran dan pengambilan berbagai gambar.

Laksamana Madya Wolfram Kuehn, wakil kepala staf angkatan bersenjata, mengemukakan dengan sistem itu berarti Jerman tidak perlu lagi tergantung pada data AS.

“Konflik Kosovo memperlihatkan pada 1999 kepada kami betapa pentingnya memiliki sendiri kemampuan pengintaian di seluruh dunia,” katanya kepada kantor berita DPA.

Gambar radar tak sebaik fotografi dari antariksa, yang memperlihatkan dengan jelas orang dan binatang. Namun begitu, radar menjadi solusi terbaik bila kawasan target dalam kondisi hujan atau gelap malam.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s