Desain Interior Jogja : Membuat Ruang Terkesan Lebih Luas


Saya mendapat banyak pertanyaan dari klien, teman, dan beberapa saudara, tentang bagaimana caranya untuk membuat ruang di dalam rumah terasa lebih lapang. Para penanya tersebut pada umumnya memiliki rumah dengan luasan dibawah 100m2. Mereka merasa bahwa ruang-ruang didalam rumah terkesan sempit.

Saya mencoba untuk menjawab sebatas pengetahuan saya mengenai ruang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesan luas-sempitnya sebuah ruang, diantaranya :

1. Luas ruang dibandingkan dengan skala manusia. 

Sebuah ruang dengan luasan yang sama akan terasa berbeda antara orang satu dengan lainnya. Ruangan sebesar 2×2 akan terasa cukup luas bagi anak kecil/bayi, namun akan terasa sempit bagi orang dewasa. Sehingga untuk menentukan luasan sebuah ruang, harus diperhatikan apa dan siapa yang akan berada didalamnya, serta kegiatan yang dilakukan. Kegiatan olahraga sepakbola akan terasa menyiksa jika dilakukan di lapangan badminton, begitu pula sebaliknya, meskipun penggunanya sama-sama orang dewasa. Untuk itu, pastikan jenis kegiatan, barang, dan pengguna yang akan menggunakan ruang sebelum menentukan luasan yang diinginkan.

2. Tinggi plafond

Didalam teori arsitektur terdapat tiga macam skala; Heroik/Monumental, Normal, dan Intim.

  • Skala Heroik tercipta ketika dimensi bangunan/ruang sangat besar dibandingkan ukuran tubuh manusia. Contoh ; bangunan Monumen Nasional, Candi Borobudur, Interior Masjid Istiqlal, dsb.
  • Skala Normal tercipta ketika bangunan/ruang mempunyai dimensi yang cukup untuk kebutuhan kegiatan manusia. Contoh ; Bangunan Rumah Tinggal sederhana, Kamar Tidur dengan ukuran sedang, dsb.
  • Skala Intim, tercipta ketika sebuah ruang mempunyai dimensi yang kurang dari standar untuk kegiatan manusia. Contoh ; lorong pasar tradisional, jalan setapak, gang dalam kampung yang sempit,dsb

Dari tiga macam skala tersebut, dapat kita olah dalam memanipulasi kesan luasan ruang. Ruang dengan luasan kecil (skala intim atau normal), bisa dibuat seakan menjadi luas dengan peninggian plafond. Tentu peninggian dengan proporsi yang tidak terlalu ekstrim.

3. Warna

Dalam menilai luasan ruang, kita menggunakan cara visual, yaitu mata. Secara alami mata manusia akan bereaksi terhadap warna. Warna yang berbeda akan memberikan efek penilaian yang berbeda juga. Menurut penelitian, warna yang cerah akan membuat pandangan menjadi luas, dikarenakan warna cerah dapat memantulkan cahaya. Cahaya pantulan akan menuju seluruh ruangan dan meminimalisir terjadinya sudut-sudut gelap dalam ruang. Sudut-sudut gelap tersebut secara otomatis akan dibaca mata manusia sebagai ruang yang tidak ada, sehingga mengurangi volume ruang dan membuat kesan ruangan menjadi sempit.

4. Jumlah Furniture

Tidak bisa dipungkiri bahwa ruang kosong dan ruang berisi pasti berbeda kesan yang timbul. Ruangan yang terisi pasti terkesan sempit daripada ruangan yang kosong. Maka dalam merencanakan sebuah ruangan, harus jelas penggunaan ruang yang diikuti oleh jumlah furniture yang akan dipakai. Sebagai contoh ; di dalam ruang tidur jangan diletakkan meja kerja, di ruang makan jangan diletakkan almari pakaian, dsb. Aturlah furniture sesuai fungsinya, sehingga tidak salah tempat.

5. Dimensi dan Model Furniture

Apabila peletakan furniture sudah pas sehingga jumlah tidak over, perlu juga diketahui dimensi dan model furniture. Sebatas pengamatan saya pribadi, masih banyak rumah-rumah yang tidak pas memilih jenis furniture. Ruang tamu yang sempit, tidak selayaknya diisi kursi tamu dengan dimensi yang lebar dan tinggi. Ruangan lain yang tidak terlalu luas, sebaiknya diisi dengan furniture yang simple (bentuk sederhana tidak terlalu rumit), rendah, dan warna yang cerah. Gunakan standar minimal untuk fungsinya, tidak perlu berlebihan.

6. Jendela/Bukaan

Luas tidaknya sebuah ruang juga dipengaruhi oleh batasan visual. Luasan 4×4 dengan dinding pembatas dan tanpa pembatas akan terasa berbeda. Ruang dengan dinding pembatas akan terasa lebih sempit daripada yang tanpa pembatas. Namun untuk ruangan yang memang harus ada dinding pembatas (berbatasan dengan halaman misalnya) dapat diolah dengan memberikan bukaan sehingga pandangan tetap luas. Bukaan ini dapat berupa jendela baik jendela hidup maupun jendela mati. Dengan adanya banyak bukaan, selain akan mensuplai kebutuhan cahaya dalam ruang, juga akan menambah kesan luas ruangan.

7. Cermin

Bagaimana dengan ruangan yang tidak memungkinkan untuk dibuat bukaan? Yaitu dengan cermin. Cermin akan memantulkan cahaya sehingga tercipta bayangan yang sama persis dengan yang dihadapi. Cermin dapat kita letakkan pada dinding untuk memantulkan ruangan. Dengan pantulan tersebut, seakan-akan ruangan akan menjadi dua kali lipat luasnya.

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat untuk pembaca.

Terimakasih.