Desain Interior Jogja – Desain Interior? Perlukah?


Banyak sekali klien yang kami temui, yang menginginkan desain rumah, sebelum membahas bangunan fisiknya, sudah membahas interiornya terlebih dulu. Dan biasanya hal itu dilakukan oleh klien perempuan. Dan biasanya pembahasan itu berakhir ketika suami dari klien menstop pembicaraan dan mengatakan “itu nanti aja ma/bu, yang penting desain bangunannya dulu”..

Apakah desain interior memang tidak penting?

Sebuah desain bangunan hendaknya merupakan desain keseluruhan dari bangunan itu sendiri, mulai dari lingkup besar hingga detail per bagiannya. Dalam prakteknya, desain bangunan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu desain arsitektural dan desain interior. Secara umum desain arsitektural adalah desain bangunan yang meliputi aspek fisik permanen yang meliputi pondasi, struktur, lantai, dinding, pintu jendela, atap, elektrikal, dan sanitasi.

Sedangkan desain interior meliputi pemilihan dan penataan furnitur, warna dan pelapis dinding, pelapis lantai, jenis dan bentuk alat penerangan, plafond, dan ornamen lainnya dalam ruang yang cenderung tidak mempengaruhi struktur bangunan. Desain interior cenderung dapat diubah sewaktu-waktu, sehingga orang-orang terkadang menunda pembuatan desain interior atau bahkan tidak menggunakan desain dalam interiornya.

Mudahnya orang-orang membeli bahan jadi seperti meja kursi dan almari, membuat mereka enggan untuk mendesain interior dengan bantuan desainer interior. Hasilnya, bagi orang yang tidak mempunyai sense desain, akan menjadi campur aduk kurang harmonis. Kenapa? Karena dalam desain, dibutuhkan kemampuan dan pengalaman. Semua orang mungkin bisa membeli dan mendatangkan furnitur dirumahnya, tapi tidak semua orang mampu untuk membuat interior bangunan mereka menjadi menarik.

Banyak sekali klien kami yang kami desainkan bangunan fisiknya, namun menunda untuk pembuatan desain interiornya. Ketika kami tawarkan pembuatan desain interior, banyak yang berkata “itu nanti aja pak, gampang”. Dan pada akhirnya, ketika mereka membeli dan menempatkan furnitur, hasilnya kurang menyatu dengan desain bangunan fisik yang kami desainkan. Bangunan yang bagus, tapi desain interior yang kurang pas, jelas akan menurunkan nilai estetika dari bangunan itu secara keseluruhan.

Selain itu, dari segi budget, orang yang tidak menggunakan desain interior bisa menjadi lebih boros. Kenapa? Ketika kita membeli furniture yang sudah jadi, bisa saja ukuran tidak pas, warna kurang cocok baik dengan dinding maupun dengan furnitur lain, dan faktor lain lagi yang membuat kita membeli dan membeli lagi furnitur pengganti. Ditambah lagi mungkin saja kualitas furniture tidak terjamin sehingga mudah rusak.

Untuk itulah, seyogyanya untuk desain bangunan, desain interior juga dibuat bersamaan dengan desain fisik bangunannya. Jika dirasa desain interior dari arsitek yang membuat desain fisik kurang memuaskan, anda dapat memesan desain interior kepada desainer lain yang mumpuni. Nantinya antara arsitek dan desainer interior akan berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mendapatkan kesatuan desain yang baik.

Masih berfikir untuk menunda desain interior? Coba anda pikirkan lagi matang-matang… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.