Arsitek Jogja : Mengenal Singkat Arsitektur Mediterania


Mungkin anda sering mendengar gaya arsitektur mediterania. Istilah tersebut sangat familiar di Indonesia, terkait dengan gaya arsitektur rumah tinggal. Namun mungkin sebagian besar dari anda belum mengenal sepenuhnya apa itu gaya Mediterania.

Sejarah arsitektur Mediterania secara singkat, sebenarnya lebih dikenal jauh dari daerah dimana gaya arsitektur itu berkembang. Pertama kali gaya Arsitektur Mediterania ini diperkenalkan oleh bangsa Spanyol pada abad ke 16 M ke wilayah negara-negara yang diekspansinya (Negara Amerika Serikat, terutama negara Florida). Kemudian gaya arsitektur Mediterania mencapai zaman keemasan di Amerika Serikat pada dekade awal abad ke 19 M.

Dari asal katanya, sesuai nama laut Mediterania, yang meliputi bagian bawah Eropa dan mencakup beberapa negara, termasuk Spanyol. Daerah ini dikenal dengan cuaca yang hangat, pantai dan kebun anggur yang indah, desa-desa yang menyenangkan dan pemandangan pegunungan yang indah. Arsitektur di seluruh area mempunyai banyak fitur yang sama termasuk langit-langit interior yang tinggi, lantai keramik yang sejuk dan banyak jendela untuk menghasilkan angin segar. Orang-orang di daerah tersebut juga senang mendekorasi baik di dalam maupun di luar dengan rangkaian bunga yang melimpah.

 

Arsitektur Mediterania di Amerika Utara, yang sangat populer dari tahun 1918 sampai 1940, terkenal dengan atap genteng berwarna merah, bentuk lengkungan dan plester yang dibuat kasar. Banyak rumah di California dan Florida, negara bagian yang memiliki sejarah Spanyol, dibangun dengan gaya ini.

Seiring berjalannya waktu, gaya ini berkembang di negara-negara Eropa lainnya (Prancis, Italia, Yunani dan Balkan), terutama ditemukan di arsitektur rumah tinggal. Ditambah inspirasi arsitektur Asia dari Turki, Cypress dan Lebanon yang kemudian bergabung dengan negara-negara Afrika Utara seperti Tunisia, Maroko dan Aljazair.

Saat ini, banyak sekali rumah yang menggabungkan unsur-unsur dari negara-negara tersebut, yang kemudian dikenal dengan gaya Mediterania (atau Neo-Mediterania) karena gabungan pengaruh budaya dari wilayah tersebut. Rumah-rumah tinggal dilengkapi halaman, teras dengan plesteran semen, serambi, balkon atau sejumlah elemen yang terinspirasi oleh rumah-rumah di Laut Tengah.

Pada tahun 1920-an dan 1930an, film-film Hollywood banyak menampilkan rangkaian unsur Mediterania romantis, dan majalah-majalah selebriti menunjukkan bintang-bintang yang tinggal di rumah bergaya Kolonial, Tudor atau rumah-rumah mirip kastil Spanyol, yang menciptakan masa puncak untuk pembangunan rumah-rumah di Mediterania, kata Ovnick, penulis Los Angeles: The End of The Rainbow (1994, Balcony Press), sebuah buku yang mendokumentasikan arsitektur sebagai fenomena California Selatan.

Elemen-elemen Utama dalam Rumah bergaya Mediterania antara lain:

  1. Atap menggunakan genteng tanah liat berwarna merah

Atap ini meniru jenis atap dari bangunan-bangunan Spanyol dan Meksiko, yang terbuat dari tanah liat dan batu bata, berbentuk seperti setengah tabung untuk menumpahkan air dengan mudah. Kantong udara di terowongan tabung setengah membantu menjaga agar udara tetap sejuk. Bahan ini tentu tahan terhadap api.

  1. Dinding eksterior semen, biasanya dicat dengan warna yang melengkapi sekitarnya.

Lapisan plesteran melindungi permukaan dinding luar dari hujan, sinar matahari dan suhu panas, yang umum terjadi di iklim Mediterania. Pemilihan warna menjadi pembeda antara rumah kalangan atas dan kalangan bawah. Rumah kalangan atas biasanya memilih warna-warna pastel dan kalangan bawah biasanya lebih berani bermain dengan komposisi warna cerah.

  1. Jendela dan Pintu Utama berbentuk lengkung

Bentukan lengkung ini sesuai dengan arsitektur zaman Romawi, dan merupakan elemen mandiri yang memungkinkan bangunan memiliki bobot lebih ringan dan dinding yang lebih kokoh. Masing-masing batu di samping batu kunci di ats lengkungan kolom/tiang menyalurkan bobot ke samping dan ke bawah. Bingkai jendela biasanya terbuat dari kayu atau besi tempa. Pintu masuk utama rumah memiliki beberapa bentuk karena pengaruh Bizantium, Spanish Gotik, dan Spanish Renaissance. Dalam perkembangannya, untuk negara Asia khususnya Indonesia, kebanyakan pintu utama berbentuk lengkungan di atasnya.

  1. Penggunaan kolom berukuran besar pada serambi untuk menahan balkon.

Kolom berukuran besar adalah salah satu unsur yang berasal dari arsitektur klasik Yunani dan Romawi pada jendela, pintu dan serambi. Kolom pendukung yang sering digunakan adalah kolom yang terbuat dari batu bata. Kolom/pilar merupakan bagian dominan pada bagian fasad rumah dan memberikan kesan kemewahan.

  1. Teras, serambi dan selasar.

Ukuran teras atau selasar yang lebar ataupun court yard yang dilengkap dengan air mancur dimaksudkan untuk membuat suhu tetap nyaman. Kehadiran unsur air dan taman dalam arsitektur Mediterania merupakan pengaruh bangsa Moor ketika menguasai spanyol. Bagi bangsa Moor taman merupakan ‘earthy paradise’.

  1. Material dari alam.

Alam menjadi inspirasi pemilihan material finishing lantai, dinding, dan atap rumah. Dinding dibuat dengan tekstur kasar agar terkesan lebih alami. Warna-warna yang digunakan juga terinsipirasi dari alam. Warna biru mencerminkan laut Mediterania, putih sebagai awan di atasnya, coklat sebagai padang pasir, warna tanah di delta sungai Nil, merah anggur, kuning bunga matahari, dan hijau pohon cypress. Bentuk ubin mozaik menambah keindahan ke dalam interior rumah Mediterania. Ubin ini dapat diletakkan di dapur, bingkai kaca, atau di atas meja.

 

Nah, apakah rumah anda sudah menggunakan gaya Mediterania? Atau anda ingin mempunyai rumah dengan gaya Mediterania? Silahkan hubungi kami, kami akan membantu anda untuk mewujudkannya… 🙂

 

 

Dari berbagai sumber..

Iklan