Ruang Terbuka Publik di Yogyakarta


Ruang publik secara umum adalah tempat berkumpul masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas diluar kegiatan rutin mereka. Terdapat ruang publik di kota Yogyakarta yang bersifat terbuka namun kurang terawat/terkelola dengan baik. Hal ini dapat dilihat di kawasan sebelah timur stasiun Lempuyangan, alun-alun, atau boulevard UGM pada hari minggu. Tempat-tempat tersebut pada dasarnya tidak dirancang untuk menjadi ruang publik (kecuali alun-alun), namun karena berbagai faktor antar lain letak, view, suasana, atau lengkapnya fasilitas yang ada disekitarnya membuat tempat itu menjadi tujuan masyarakat untuk mencari suasana baru hari-hari mereka.

nontonsepur

19755188 Lembah 2

Belum banyak ruang terbuka publik di Yogyakarta yang dirancang dan berhasil penuh memenuhi aktivitas masyarakat. Sebagai contoh Lembah UGM. Walaupun lembah cenderung ramai dan digunakan sering digunakan untuk berbagai event (seperti konser musik, bazaar, atau sekedar  arena promosi suatu produk), namun image yang melekat pada nama Lembah UGM adalah tempat untuk pacaran, mojok bagi pasangan yang memadu kasih. Sehingga tidak bisa semua lapisan masyarakat mengaksesnya.

Ruang terbuka publik juga diperlukan untuk memperbaiki tata kota Yogyakarta. Kondisi kota Yogyakarta sudah melampaui batas keteraturannya. Banyak jalan-jalan yang digunakan sebagai ruang parkir dadakan/ilegal. Tentu saja hal ini secara langsung menyebabkan kemacetan dan munculnya area parkir ilegal lain. Juga banyaknya kaki lima yang mencaplok trotoar untuk menjajakan dagangan mereka. Pernah suatu kali saya melihat seorang pejalan kaki yang akan melewati trotoar terpaksa turun ke jalan karena trotoar tersebut dipakai penuh oleh pedagang kaki lima. Akibatnya, orang tersebut terserempet kendaraan yang lewat hingga terjatuh, beruntung tidak terluka parah. Namun selain celaka, rupanya nasib sial juga ikut nimbrung, si pengendara motor yang ternyata mau jajan, malah memaki-maki si korban. Tentu saja hal ini sangat disayangkan.

Memang ada beberapa lahan di tengah kota yang telah diubah dan digunakan sebagai lapangan parkir. Hal ini dapat dilihat pada area sebelah timur Galeria. Hal tersebut merupakan sebuah langkah awal yang perlu dikembangkan. Penempatan ruang publik memang merupakan hal yang benar-benar dibutuhkan.

Adanya ruang terbuka publik dapat memberikan sebuah wadah bagi para kaki lima untuk mencari nafkah tanpa mengganggu fasilitas umum. Dengan demikian, ruang publik dapat digunakan bersama-sama, semua pihak diuntungkan. Ruang terbuka publik dapat mengurangi kepenatan jalan-jalan Jogja, juga pikiran kita. Namun pertanyaannya, apakah semudah itu menyadarkan/mengatur ribuan pikiran warga Jogja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s