Ragtime


Posted on 09 February 2007 by Puspito Ari

Musik Rag yang muncul sekitar tahun 1890-an pada mulanya karena pada waktu itu yang popular adalah musik klasik yang notabene adalah musik dari Eropa dan dapat dikatakan merupakan musik orang kulit putih, seperti Mozart, Johan Strauss, Chopin dan lain-lain, padahal pada waktu itu di Amerika banyak penduduk yang berkulit hitam keturunan Afrika, kemudian ada seorang kulit hitam bernama Scott Joplin yang mencoba menambahkan unsur-unsur musik orang kulit hitam (black music) ke dalam “musik-musik eropa” tersebut dan dari sinilah era musik ragtime, yang dianggap sebagai embrio musik jazz, dimulai.

Untuk dikatakan bahwa musik ragtime merupakan slah satu musik jazz juga sulit, karena pada musik ini belum terdapat unsur jazz yang penting yaitu, improvisasi, walaupun kemudian pada perkembangannya ada ragtime swing, yang dapat dimasukkan sebagai bagian dari musik jazz, dimana musiknya mengadaptasi dari ragtime tapi dengan improvisasi disertai unsur swing. Kenapa musik ragtime ini tidak atau belum menggunakan improvisasi, hal tersebut disebabkan karena pada waktu itu pemain-pemain Rag menggunakan piano roll yaitu piano otomatis atau seperti musik box, jadi pemain harus membuat nada-nada dulu pada sebuah plat berbentuk tabung dan dipasang pada piano roll tersebut kemudian diputarnya, sehingga nada-nada yang terdengar adalah nada-nada yang dibuat di palt tersebut. Dan pada waktu itu karena belum ada rekaman gramophone, maka lagu-lagu Rag original didistribusikan melalui palt-plat piano roll tersebut. Ragtime sendiri berasal dari istilah “Ragged Time” yang arti harafiahnya adalah “waktu menggoda dengan lelucon”. Dan pada waktu itu karena Joplin memasukkan unsur-unsur rythmn Afrika kedalam musik tradisi Eropa tersebut, maka orang sering menyebut bahwa Ragtime adalah “White Music, played Black” atau musik orang kulit putih yang dimainkan okeh orang kulit hitam. Dan Joplin sendiri memang telah membuat musik rag tersebut berdasarkan musik tradisi eropa dan pernah membuat suatu opera memakai musik Ragtime.

Sebagian besar Ragtime, mempunyai ciri khas karakter musikal yang dapat ditulis antara lain pertama, dengan sengaja menggunakan sinkopasi pada tangan kanannya terkesan disusun jauh dari sederhana, sambil memainkan ritmik bass-nya 2/4 atau 4/4, kedua, susunan tema lagu tersebut sering dihubungkan dengan modulasi (sebuah hubungan langsung dengan kelompok bandnya).

Ragtime sendiri pertama dipublikasikan pada tahun 1897 oleh Tom Turpin dengan lagunya “Harlem Rag” yang dengan cepat diikuti oleh komposer-komposer ragtime yang lain seperti Joseph Lamb, James Scott, louis Chauvin, May Aufderheide, Scott Joplin dan Eubi Blake. Diantara beberapa komposer, Scott Joplin-lah (lahir di Texas, 1868) yang sudah paling terdidik dan terlatih dan memang dia belajar pada seorang profesor musik di Jerman. Beberapa lagu yang terkenal adalah “Meaple Leaf Rag” yang dipublikasikan pada tahun 1899, terjual 75.000 copy dan yang paling terkenal adalah “The Entertainer” yang dipakai sebagai theme song film The Sting.

Sampai akhir abad ke 19, Ragtime dimainkan oleh musisi yang lebih muda. Kelompok band dari New Orleans seperti John Robichaux dan “Papa” Jack Laine yang membuat beberapa lagu Ragtime yang populer dalam sebuah format orkestrasi, seperti “Red Back Book”. Dalam beberapa tahun kemudian, Irving Berlin (seorang komposer lagu populer ternama) menciptakan “Alexander’s Ragtime Band”. Sampai dua dekade kemudian ragtime terpelihara dengan baik meskipun oleh lingkungan dan komunitas yang lebih terbatas seperti pemain piano Wally Rose (masa setelah perang dunia II dan tahun 60-an) dan beberapa orang dari Eropa seperti Keith Nichols dan Ron Weatherburn, dan dari Amerika sendiri Dick Hyman.

Seperti telah diceritakan di atas kepopularan musik ragtime juag ikut didukung dengan film produksi Hollywood yaitu The Sting, dalam film tersebut banyak menggunakan lagu-lagu yang bergaya ragtime. Pada usianya yang ke 90, Eubi Blake pernah kembali tampil secara spektakuler dalam Newport New York Jazz Festival pada tahun 1973 dan dalam solo pianonya di Broadway pada akhir 1970-an, Eubi Blake membuat ribuan penonton yang masih muda dan tidak tahu apa itu ragtime terpesona dan diistilahkan oleh Blake ini menimbulkan “kesadaran ragtime”. Blake sendiri meninggal tahun 1983 pada usia 100 tahun.

Sumber : Copy Paste dari Wartajazz.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s