Era Bebop tahun 1940 – Kembalinya Expresi dan Jati Diri Jazz


Posted on 11 August 2007 by Ceto Mundiarso

charlie-parker-bebop

Pada akhir tahun 30-an, Swing telah menjadi bisnis hiburan yang sangat besar dan merupakan bisnis musik paling bagus pada saat itu sampai dijuluki pula “greatest music of all time”. Kata “Swing” menjadi daya tarik penjualan yang bagus dan dikaitkan dengan penjualan produk-produk Dari mulai rokok sampai pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan komersial seringkali menjadi suatu persoalan klise yang tidak ada habisnya pada musik itu sendiri, yaitu antara idealisme musikal dan komersial.

Dalam jazz seringkali ketika suatu gaya atau cara bermainnya menjadi komersial, perkembangannya malahan akan sebaliknya karena adanya beberapa grup atau musisi yang menginginkan menemukan atau membuat sesuatu yang baru pada musik tersebut. Dan hal inilah yang terjadi pada saat itu dan merupakan reaksi perlawanan dari gaya mode swing yang merebak pada saat itu.

Perkembangan musik baru ini, yang mendorong pertama kali berasal dari Kansas City dan sebagian besar musisi-musisi tersebut berdiam di Harlem, terutama di tempat yang dinamakan Minton’s Playhouse, dan sekali lagi dimulailah suatu era baru perkembangan musik jazz. Pada waktu itu memang musik baru tidak berkembang dan tidak ditemukan suatu kreasi baru dalam band-band yang bermain, hal ini disebabkan karena penganut gaya lama hanya membuat atau menulis lagu-lagu untuk musik Swing yang komersial, dan gaya baru hanya dibentuk oleh para pemainnya secara personal yang dengan kesadaran penuh berusaha membuat sesuatu yang baru, tetapi itupun baru pada permainan-permainan individu instrumen mereka dan belum mempengaruhi gaya musik grup bandnya secara keseluruhan. Tetapi di Minton’s Playhouse ini para musisi berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau yang mereka namakan sebagai modern jazz (pada waktu itu) dan Minton’s akhirnya menjadi suatu titik sentral yang penting dalam perkembangan gaya baru tersebut seperti halnya New Orleans pada era sebelumnya.

Dan gaya bermusik yang baru ini dinamakan Bebop, kata tersebut rupanya untuk mencerminkan atau menggambarkan suatu bunyi atau suara dari interval musik yaitu , Flatted Fifth. Istilah ini seperti pernah diterangkan oleh Dizzy Gilliespie seorang trumpeter yang juga merupakan salah satu exponen penting dalam era Bebop ini, bahwa “bebop” merupakan sesuatu tentang ekspresi jazz dan orang sudah dikatakan memainkan bebop pada saat dia bermain dan secara spontan pemain tersebut atau para musisinya melakukan atau memainkan suatu loncatan melodi (melodic leaps). Flatted Fifth menjadi suatu interval yang sangat penting pada bebop, atau ada kemudian yang menyebutnya hanya bop. Pada masa era Swing, hal ini (flatted fifth) dianggap sesuatu yang “salah”, meskipun hal tersebut digunakan dalam passing chord untuk menghasilkan efek harmoni tertentu, dan hal ini sebetulnya pernah dilakukan oleh Duke Ellington dan Wiilie “The Lion” Smith pada sekitar tahun 20-an. Tetapi pada saat era Bebop ini hal tersebut merupakan suatu karakteristik yang menyatu, seperti harmoni dasar yang dekat dengan bentuk-bentuk awal jazz yang diperluas secara konstan. Kalu kita amati selama sepuluh hingga duapuluh tahun kemudian flatted fifth ini telah menjadi seperti “blue note” pada era sebelumnya.

Dan jati diri para musisi-musisi jazz yang menginkan perubahan dan kembali kepada ekspresi dan idealisme musikal ,mereka dapat diubah melaui Bebop ini. Mereka kebanyakan tidak suka musiknya hanya dianggap sebagai hiburan belaka dan bebop ini dianggap sebagai revitalisasi akar ekspresi jazz akan tetapi dengan perluasan gramatik musik yang sangat penting sebagai reaksi terhadap standar-standar yang sedang ngetrend pada waktu itu. Charlie Parker yang merupakan penggagas dan tokoh penting dalam era Bebop selain Dizzy Giliespie pernah merumuskan : ” .saya jenuh dengan akor-akor klise, akor-akor yang dimainkan oleh setiap musisi. Saya yakin bahwa masih ada sesuatu yang lain. Pada mulanya saya bisa mendengarkannya, tetapi belum bisa memainkannya. Kemudian pada suatu kesempatan pentas pada tahun 1939 saya mementaskan karya ‘Cherokee’ dan sambil bermain saya menyadari bahwa jika saya gunakan interval-interval yang lebih jauh dari nada dasar masing-masing akor .maka baru kali ini saya memainkan yang saya dengar. “Musik Bebop sangat diwarnai dengan kromatik serta nada-nada disonan. Walaupun kerangka harmoninya masih tetap sebagai pola dasar, cara pengolahan harmonimya lebih luas. Justru estetika improvisasi dari Parker ini membuktikan bahwa gaya melodinya adalah harmoni yang dimainkan horizontal dan jika struktur harmoninya sederhana, Parker membuatnya lebih rumit. Dan dengan bebop ini musik “jazz” kembali kepada aspek jazz pada awalnya yaitu improvisasi, dimana pada era Swing benyak yang lebih mementingkan aransemen saja.

Apresiasi musik Bebop oleh masyarakat , baik kaum negro maupun kulit putih, pada awalnya sangat buruk . tentu saja karena musik ini dianggap “aneh” tidak sesuai dengan norma-norma yang sudah distandarisasi pada waktu itu dan kurang kondusif untuk suasana “entertainment” , tapi inilah musik “seni” yang merupakan ekspresi murni dari seorang musisi dan tidak hanya melayani komoditi hiburan semata dan Parker memang banyak mendapat perhatian pada waktu itu dengan musiknya tersebut, pemain saxophone Bennie Green mengatakan : ” saat Charlie Parker mulai tampil di dunia jazz, dia menyebabkan banyak bentrokan, perselisihan serta rekasi agresif dari kebanyakan musisi. Baru kali ini tidak cukup untuk mengatakan ‘saya penganut jazz.’, melainkan sekarang ini perlu disebut penganut siapa?! Artinya harus disebut apakah penganut jazz sebelum Parker atau penganut jazz ala Parker. Louis Armstrong pun berpendapat bahwa musisi Bebop hanya ingin melecehkan jazz.” .

Musisi-musisi lain yang sangat penting perannya dalam era bebop ini selain Charlie Parker dan Dizzie Giliespie adalah Thelonius Monk dengan suatu gaya piano yang sangat unik dan menjadi pelopor konsep piano dari Cecil Taylor pada tahun 60-an, pemain drum Kenny Clarke, pianis Bud Powell yang sering disebut sebagai “father of bebop piano” serta seorang komposer dan arranger Tadd Dameron.

 

Sumber : Copy Paste dari Wartajazz.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s