Desain Interior Jogja : Mr. Sebastian House – Brussels Belgia


Suatu hari di Studio BPA, seorang bule tiba-tiba datang dan mengatakan mencari Bondan P. Kemudian setelah kami temui, bule tersebut mengatakan ingin menggunakan jasa desain BPA. Bule tersebut bernama Mr. Sebastian, berasal dari Brussels, Belgia. Setelah ngobrol beberapa saat, Mr. Bastian mengutarakan maksudnya ingin meminta tolong pembuatan desain interior untuk rumahnya yang ada di Belgia.

Suatu kejutan bagi kami karena ternyata karya BPA cukup diakui oleh orang luar negri. Mr. Bastian sudah membawa dokumen gambar dari fisik rumahnya, yang mana saat dia datang ke studio kami, rumahnya sedang dalam tahap pembangunan. Mr. Bastian menghendaki desain interior rumahnya mengaplikasikan gaya modern dengan beberapa poin diantaranya penggunaan kayu jati indonesia, penggunaan bentuk simpel-kaku, perpaduan kayu-besi, dan beberapa poin lain terkait warna dan bentuk.

Sebenarnya desain interior yang harus kami kerjakan adalah seluruh bagian dari rumahnya. Namun karena waktu beliau di Indonesia terbatas, maka baru beberapa ruang saja yang kami desain. Selebihnya nanti ketika beliau ke Indonesia lagi. Rencananya untuk pengerjaan fisik sebagian furniture dilakukan di Indonesia, terutama furniture yang berbahan baku kayu jati.

Ruang yang kami desain pada tahap awal ini adalah ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan ruang kerja. Untuk ruang kerja, Mr. Bastian menghendaki ruang kerja yang simpel, hanya terdapat meja kerja dan satu kursi, meja kabinet pada bagian belakang kursi, dan akuarium di depan meja. Ada beberapa request dari Mr. Bastian mengenai furniture yang ada dalam kantor ini. Diantaranya adalah adanya jam dinding yang menunjukkan tiga waktu, yaitu Amerika, Belgia, dan Indonesia. Tiga negara ini adalah negara dimana Mr. Bastian sering menghabiskan waktunya.

Ruang makan yang menyatu dengan ruang keluarga dan dapur mempunyai akses bukaan langsung ke halaman belakang dari rumah beliau. Akses ke halaman belakang ini menggunakan pintu kaca besar yang terlipat ke kiri dan ke kanan. Pintu berbahan logam dengan pengisi kaca bening – style yang disukai oleh Mr. Bastian.

Kitchen set pada dapur menggunakan bahan kayu yang dilapisi finishing cat warna putih. Khusus area dapur ini Mr. Bastian menghendaki furniture tidak bertekstur kayu, berbeda dengan area ruangan yang lain. Ada meja island diantara kitchen set dengan ruang makan. Top table menggunakan granit asli dan terdapat kitchen zink untuk cuci piring.

Ada satu hal yang unik dari ruang makan Mr. Bastian. Plafond diatas ruang makan ini mengikuti kemiringan atap sehingga ruang terkesan lapang luas. Untuk mengisi kekosongan ruang tersebut, pada plafond diletakkan hiasan berupa baling-baling pesawat yang terbuat dari kayu. Lampu penerangan ruang digantungkan pada baling-baling tersebut. ukuran baling-baling cukup besar yaitu 3 meter, sehingga membutuhkan struktur penggantung yang cukup kuat yang ditempelkan pada rangka atap.

Dari gambar diatas, terlihat penataan dari ruangan Mr. Bastian sangat simpel. Ruang Keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan tidak memakai pembatas area permanen, hanya menggunakan nakas/kabinet rendah untuk membatasi floor area, tidak membatasi area secara visual.

Area office hanya menggunakan sedikit furniture yang benar-benar efisien secara fungsi. Hanya ada satu meja yang terintegrasi dengan rak tinggi. Mr. Bastian bekerja seorang diri sehingga tidak membutuhkan banyak space untuk tamu atau partner kerja. Kursi tamu diletakkan hanya sebagai pelengkap apabila ada orang yang berkunjung. Dibelakang kursi diletakkan kabinet untuk menyimpan berkas-berkas. Ada satu permintaan dari Mr. Bastian, yaitu adanya peta dunia yang terbuat dari kayu yang ingin ditempelkan pada dinding belakang kursi kerja. Rencananya, Mr. Bastian yang hobi keliling dunia akan menandai tempat/negara mana saja yang sudah dikunjunginya.  Pada saat kami tanya, apakah Mr. Bastian menyukai kegiatan yang berhubungan dengan air, atau ikan, beliau menjawab tidak. Beliau hanya menyukai ikan dan aquarium, tapi tidak menyukai kegiatan memancing.. 😀 Pada atas ruang makan terdapat baling-baling pesawat yang terbuat dari kayu. Baling-baling ini dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Sedangkan untuk mengisi bidang segitiga gunung-gunung atap, ditempelkan lukisan dengan objek khas Indonesia yaitu borobudur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.