Review Buku : Relativitas – Adi Purnomo


Buku ini lebih merupakan kombinasi antara kegundahan penulis dan deskripsi/narasi proyek-proyek yang pernah dikerjakan. Kegundahan yang dipaparkan terkait dengan profesi penulis sebagai arsitek, dalam menjalankan praktek rancang bangun ruang. Arsitek, bagi penulis, tidak hanya berperan kecil sebagai perancang bangunan, namun juga mempunyai peran yang lebih besar dalam mewujudkan keselarasan alam.

Beberapa arsitek membatasi lingkup pemikiran tentang arsitektur hanya sebatas pada klien dan dia sendiri. Batas secara fisik pun terkadang hanya sebesar lahan yang menjadi garapan. Menurut Adi Purnomo, sebenarnya peran arsitek lebih dari itu. Karya arsitek yang dalam skala kota mungkin dianggap kecil (karena hanya sepetak lahan), dapat memberikan andil dalam mewujudkan keteraturan nafas kota.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Faktor ekonomi (masyarakat dan arsitek itu sendiri), faktor sosial, faktor politik pemerintahan, faktor pendidikan, dan sebagainya. Hal ini menjadi begitu kompleks ketika faktor-faktor tersebut diramu menjadi satu bentuk kehidupan kota.

Kota, ketika kita mendalami lebih jauh, terdiri dari fragmen-fragmen kecil individu penghuninya. Jiwa kota dapat ditelusuri dalam kehidupan sehari-hari warganya. Kota adalah kumpulan ruang-ruang kegiatan manusia, yang didalamnya terdapat cerita-cerita dengan latar lingkungan yang beragam.

Rumah tinggal (dalam konteks buku ini) merupakan salah satu organ pembentuk kehidupan kota. Bagaimana menyelesaikan masalah, baik baik lingkup penghuni, lingkungan sekitar, hingga masalah global, layaknya organ tubuh manusia yang mempunyai peranan dan masalah masing-masing.

Adi Purnomo mencoba mencari solusi dalam memecahkan masalah-masalah tersebut. Sedapat mungkin solusi yang diterapkan tidak hanya mengatasi masalah dengan lingkup regional (petak lahan), tetapi juga berusaha untuk dapat mengatasi, minimal mengurangi beban global akibat masalah yang timbul/sudah ada sebelumnya. Layaknya dokter, solusi dalam memecahkan masalah kota harus didiagnosa sampai organ yang paling kecil sekalipun.

Dalam buku ini ditampilkan karya-karya Adi Purnomo yang pernah dikerjakan. Meskipun karya yang dihasilkan beberapa memang tidak terbangun (alasan tidak disebutkan) namun konsep yang diterapkan selalu merupakan pemikiran mendalam terhadap permasalahan yang dihadapi. Beberapa karya menjadi pemenang sayembara. Beberapa karya juga merupakan karya yang lokasinya berada di luar Indonesia.

Bagi saya pribadi buku ini sangat menarik. Terdapat pemikiran-pemikiran yang tidak pernah terlintas pada benak saya. Pemikiran-pemikiran yang lebih jauh tentang dunia arsitek maupun peran sebagai arsitek (sesungguhnya) terhadap kehidupan dan alam. Terdapat beberapa kepingan sindiran (kalau saya tidak salah tangkap), yang mencoba untuk mengembalikan profesi arsitek ke jalur yang benar. Jalur yang mungkin saat ini jarang dilalui oleh arsitek kekinian. Dan rasanya saya berada diantaranya… 🙂

 

Iklan