Arsitek Jogja : Mr. Toni’s Residence (Yogyakarta)


Bulan Juli 2012 kemarin, saya membuat sebuah desain renovasi rumah tinggal milik Bp. Juventoni Haysnayider. Lokasi berada di Yogyakarta. Rumah eksisting saat ini merupakan rumah satu lantai dengan gaya tahun 80’an. Dengan halaman yang luas, memanjang ke depan, dan di kiri-kanan sudah berdiri bangunan rumah milik tetangga.

Ternyata Pak Toni sudah mempunyai gambaran mengenai denah yang diinginkan, sehingga saya lebih mudah dalam membuat desain layout denahnya. Pak Toni menginginkan rumah tinggal ini menjadi 2 lantai, dengan penambahan beberapa ruang. Setelah saya utak-atik, saya mengajukan layout seperti dibawah ini, dan langsung disetujui. Untuk lebih menghemat biaya, grid dinding menyesuaikan dengan dinding lama namun ada beberapa tambah kurang pada bagian ruang tertentu. Bukaan untuk aliran udara dan cahaya dimaksimalkan. Denah bisa dilihat dibawah ini ;

Untuk fasad, pada awalnya Pak Toni menginginkan bentuk klasik. Namun setelah diskusi, ternyata lebih menginginkan gaya modern minimalis. Untuk itu saya membuat desain yang simpel, tidak terlalu banyak ornamen, serta menggunakan bahan dan material yang lebih tahan cuaca. Warna yang monokrom, serta bentuk geometris yang sederhana saya masukkan namun tetap menjaga proporsi. Material kusen dan daun pintu/jendela sebagian besar menggunaan alumunium, sehingga bisa meminimalisir kebutuhan kanopi. Namun ada beberaa bagian yang memang menggunakan kayu serta finishing melamin semprot agar tidak terkesan monoton. Untuk tiang railing pada balkon, saya gunakan stainless, sedangkan pengisinya saya gunakan kaca.

Pada pagar samping saya tidak menggunakan cat untuk pelapisnya, namun hanya acian saja. Pada bagian samping kiri, mepet dengan pagar, saya tambahkan kolam memanjang. Dan juga penataan taman yang sederhana, dengan furniture yang sederhana juga, hanya berupa tempat duduk minimalist terbuat dari beton.

Pada bagian belakang, terdapat balkon atas yang pembatasnya juga menggunakan material stainless dan kaca. Untuk bukaan pada dapur saya buat bentuk memanjang kecil vertikal untuk memaksimalkan aliran udara. Ruang keluarga saya buat mempunyai akses langsung ke halaman samping sehingga sirkulasi penghuni jadi lebih leluasa. Selain itu jelas untuk membuat sirkulasi udara dapat masuk ke dalam rumah, sebagai asupan untuk ruang tidur yang tidak mempunyai jendela.

Garasi saya desain terbuka pada sisi samping kanan, untuk memudahkan asap kendaraan segera ‘keluar’ dari ruangan. Untuk atap saya buat dua macam. Bagian depan menggunakan dak beton, sedangkan bagian belakang menggunakan rangka atap baja ringan dengan penutup atap genteng sintetis sehingga kemiringan minim dapat tercapai. Genteng seperti ini sudah banyak dijual di pasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s