Arsitek Jogja : Mr. Arif’s Residence (Yogyakarta)


Kira-kira seminggu yang lalu, akhir bulan Februari 2012, saya diminta tolong untuk mengolah fasad sebuah rumah. Beliau adalah Bp.Arif. Sebenarnya saya hanya membantu teman saya Dedek Eka Tribowo. Teman saya yang membuat denah, dan saya kebagian untuk membuat fasadnya. Setelah denah sudah fix jadi, kemudian diserahkan kepada saya untuk membuat fasad rumahnya. Denah seperti yang tertampil di atas.

Memulai fasad, saya bertumpu pada keinginan pemilik yang ingin fasad rumahnya seperti fasad rumah Ny, Sutarti yang pernah saya buat dulu. Berbekal itu, kemudian saya membuat fasad rumah yang minimalis, mengikuti alur denah yang telah ada. Hanya saja saya ingin sedikit bermain pada ketinggian plafond. Plafond pada ruang makan, ruang keluarga dan dapur sedikit saya tinggikan daripada ruang-ruang privat lainnya seperti kamar tidur. Hal ini bertujuan untuk memberikan suasana yang lapang pada interior rumah ini.

Dengan ukuran luas lahan 15x15m, dan juga denah yang sudah jadi seperti diatas, perlunya bukaan untuk akses udara dan cahaya kedalam ruangan sangat dibutuhkan. Maka untuk ruang keluarga, pada dinding yang berada di depan rumah, saya beri bukaan jendela yang tinggi dan full antara kolom dengan kolom. Hal ini untuk memberikan akses udara dan cahaya yang maksimal pada ruang keluarga. Dapat dilihat pada denah, ruang keluarga menyambung jadi satu dengan ruang makan, sedangkan bukaan di belakang sangat minim. Hal ini dapat diatasi dengan memaksimalkan bukaan pada bagian depan, ditunjang dengan ketinggian plafond yang maksimal.

Pada tren-tren yang lalu, banyak rumah yang menggunakan pagar yang tinggi, selain untuk keamanan, juga untuk privasi. Namun saya berpikiran sebaliknya, bahwa didalam suatu kawasan urban, menyatunya rumah satu dengan rumah lainnya dalam suatu kompleks, justru akan meningkatkan keamanan kompleks tersebut. Selain menghindarkan kesan egois dari pemilik, juga dapat memaksimalkan pengolahan fasad rumah sebagai perwakilan ‘wajah’ dari pemilik rumah. Fasad bangunan merupakan karakter khas pemilik rumah yang pertama kali dilihat oleh orang lain/tamu. Sehingga pasti akan menimbulkan kesan-terlepas dari kesan baik/buruk-pada orang yang melihatnya, baik untuk pertama kali atau seterusnya.

Saya menggunakan bentuk-bentuk geometris sederhana pada pagar (selain pada fasad) untuk mempermudah pelaksanaan sehingga akan meminimalisir budget/cost pembangunan rumah. Memang pada saat tulisan ini dibuat, proses perencanaan sedang berjalan pada tahap pembuatan gambar kerja dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Memang pada bentuk atap sedikit agak rumit, karena mengikuti alur denah ruangan dan peninggian plafond pada beberapa ruang.

Satu pemikiran pada “Arsitek Jogja : Mr. Arif’s Residence (Yogyakarta)

  1. Ping balik: Rancang Bangun Parama – Langkah Berikutnya Dalam Ber-arsitektur | Bondan P Architect

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s