Arsitek Jogja : Mr. Ardi Rimbawan House – Yogyakarta


Pada kesempatan ini kami dipercayakan untuk merancang rumah tinggal Bapak Ardi Rimbawan yang berlokasi di Mangkudan, Yogyakarta. Site berada di dalam pemukiman padat dengan luas 167m2, akses dari jalan utama adalah gang kecil dengan lebar hanya sekitar 2,5m. Tanah yang dibangun memanjang utara-selatan dan berada di posisi hook dengan jalan di sisi selatan dan baratnya. Terdapat bangunan rumah eksisting 1 lantai dengan kondisi fisik yang kurang memadai karena sudah lama tidak dihuni. Selain itu karena kebutuhan yang bertambah pula, sehingga dirasa perlu untuk meningkatkan nilai fungsi lahan dengan membangun rumah baru yang mampu mengakomodir kebutuhan saat ini.

Klien kami adalah keluarga muda yang saat ini masih bekerja di Jakarta. Beliau ingin membuat rumah tinggal yang dapat digunakannya selama berada di Jogja. Selain itu beliau juga menginginkan ada ruang yang bisa digunakan oleh orangtua, kerabat, ataupun keluarga yang datang berkunjung. Oleh karena itu, sebagian rumah rencana akan dibuat 2 lantai. Dengan cukup kompleksnya kebutuhan yang diinginkan, Ayah dua anak ini tetap menginginkan penghawaan dan pencahayaan yang baik serta kesan ruang yang luas di dalam rumahnya. Dari segi konsep fasad, Pak Ardhi menyukai bentuk unik yang memadukan beberapa material, namun tanpa terlalu banyak elemen ekletik.

Kami mencoba menata dan mengatur kebutuhan ruang yang ada agar dapat terakomodir secara keseluruhan dan dapat sesuai dengan konsep yang diinginkan. Area depan terdiri dari garasi mobil dan teras yang cukup besar untuk area menerima tamu, ataupun sekedar duduk bersantai saat pagi dan sore hari. Ketika masuk dari pintu depan yang cukup besar, akan disambut ruang tamu yang minimalis. Walaupun ukurannya kecil, namun dinding depannya terbuat dari kaca tinggi serta plafon yang dibuat miring mengikuti bentuk atap akan membuat kesan ruang menjadi jauh lebih luas. Disamping ruang tamu tersebut, kami juga menyediakan satu kamar yang bisa digunakan bagi tamu yang datang.

Void di ruang tengah menjadi center kegiatan, digunakan sebagai ruang berkumpul/komunal, terdiri dari ruang keluarga, dapur, serta ruang makan. Posisi nya berada di tengah sehingga mudah di jangkau dari ruang tamu di area depan, serta ruang privasi (kamar tidur) di area belakang. Terdapat taman kecil disamping ruang komunal tersebut yang berfungsi sebagai paru-paru dalam rumah. Udara dapat bergerak dengan lebih lancar, serta sumber masuknya cahaya alami. Di seberangnya terdapat mushallah yang disekat dengan pintu lipat, hal ini bertujuan agar sewaktu-waktu dapat dijadikan sebagai ekstensi jika ruang tengah sedang digunakan untuk kumpul keluarga besar. Akses ke lantai 2 juga berada di ruang tengah komunal. Area bawah tangga tersebutlah yang kami manfaatkan sebagai dapur, sehingga akan lebih menghemat penggunaan ruang.

Di area belakang lantai kamar tidur utama yang jendelanya dihubungkan langsung ke taman tengah, sehingga mendapat view, penghawaan, serta pencahayaan yang cukup. Kamar tersebut dilengkapi juga dengan kamar mandi dalam. Kami  menyediakan ruang kecil memanjang di area belakang yang memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat menyimpan kendaraan seperti sepeda dan motor. Akses pintu belakang juga ditambahkan di area ini untuk keperluan servis maupun keadaan darurat.

Proporsi area lantai dua berada sekitar setengah dari panjang total bangunan –ke belakang. Sehingga area depan terlihat lebih rendah agar dapat membaur dengan lingkungan sekitarnya. Lantai 2 ini terdiri dari 2 kamar tidur, satu kamar mandi, ruang cuci dan jemur, serta satu balkon yang dapat diakses bersama di sisi samping-belakang. Kedua kamar tidur tersebut diplotting di area yang bersentuhan dengan ruang terbuka sehingga masing-masing memiliki bukaan yang cukup agar tidak mudah lembab.

Pada awalnya, fasad bangunan Pak Ardhi ini menggunakan pendekatan bentuk-bentuk modern yang cenderung kubistis, sehingga material atap yang digunakan adalah atap dengan kemiringan yang landai. Namun, ditengah proses desain, kami baru mendapat informasi bahwa lokasi proyek ini termasuk dalam lingkup area cagar budaya. Oleh karenanya salah satu elemen yang menjadi pertimbangan adalah kewajiban untuk menggunakan bentuk atap limasan atau pelana dengan genteng sebagai material penutupnya. Berangkat dari isu tersebut kami mencoba melakukan penyesuaian desain tanpa merubah layout ruang yang sudah ada. Akhirnya kami mendapat proporsi yang pas dengan penggunaan kemiringan standar minimum genteng serta penambahan aksen bata ekspos sebagai aksen penguat konsep lokalnya. Berada di tanah hook juga membuat desain ARD house ini menjadi sangat eksploratif. Konsep arsitektur lokal tersebut juga diimbangi dengan beberapa material terbaru seperti alumunium, besi-baja, wiremesh, serta elemen kaca. Dengan demikian, konsep modern yang diinginkan Pak Ardhi di awal dapat terpenuhi dengan memadukan kontekstual lokasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.