Arsitek Jogja : Mr. Dadang House – Depok Jawa Barat


Proyek ini dimulai ketika Bapak Dadang yang merupakan kakak dari salah satu teman saya menghubungi kami. Beliau ingin merenovasi rumah tinggalnya yang berlokasi di Taman Sari Puri bali Sawangan-Depok di Selatan Jakarta.

Sekali lagi, kami mendapatkan proyek dengan lokasi hook. Hanya saja kali hooknya cukup berbeda karena sudut dan bentuknya yang tidak linear.

Bangunan eksisting mempunyai luas sekita 49 m2 dengan luas lahan 234 m2. Pengembangan yang diinginkan Bapak Dadang yaitu memperluas rumah untuk kebutuhan ruang yang dipersiapkan untuk pensiun.

Beberapa tantangan yang kami hadapi diantaranya :

  1. Bentuk lahan yang cukup ‘unik’, mempunyai batas yang tidak linear sehingga desain membutuhkan perhatian lebih dalam denah bangunan.
  2. Posisi lahan di hook yang diapit dua jalan, sehingga faktor bising dan polusi menjadi perhatian utama
  3. Rumah berada dalam cluster perumahan, sehingga untuk fasad bangunan diharapkan tetap kontekstual dengan bangunan sekitar

Memperhatikan data tersebut, kami membuat denah bangunan dengan mengikuti bentuk lahan. Meskipun demikian, bentuk denah tetap menggunakan garis-garis lurus agar ruangan dan struktur tetap efisien. Dengan adanya massa bangunan baru, kami melakukan penyesuaian atap dari bangunan lama, sehingga dapat menyatu dengan atap bangunan baru.

Material yang kami gunakan lebih cenderung ekspose. Hal ini kami lakukan selain untuk menghemat biaya, juga sebagai wujud desain kekinian yang sedang trending saat ini. Tentu dalam menentukan hal ini kami berdiskusi dengan Bapak Dadang terlebih dahulu dan alhamdulillah beliau menyetujui.

Sebagai penghalang untuk polusi suara dan kebisingan serta debu, kami memberikan jarak bangunan dengan jalan. Dalam jarak tersebut, kami menempatkan vegetasi sebagai barrier suara. Selain itu vegetasi dapat menyerap polusi dan penyaring debu yang masuk ke dalam bangunan. Bagian bangunan yang menghadap jalan dan mempunyai jarak cukup dekat dengan jalan kami buat minim bukaan sehingga dapat mereduksi polusi, suara dan debu yang dapat masuk ke bangunan.

Rumah ini terdiri dari beberapa ruangan diantaranya Carport, Teras, Ruang Tidur Utama plus KM/WC, Ruang Tidur Anak (2), Ruang Bersama, Ruang Baca, Gudang, KM/WC, Gazebo, Teras Depan dan Belakang, Ruang Cuci.

Dalam penempatan ruang, kami bagi dalam dua area, yaitu area eksisting dan area tambahan. Meskipun seakan menyatu, namun terdapat dinding pembatas eksisting diantara dua massa. Penghubung antar massa ini berupa bukaan kecil tanpa pintu yang menghubungkan ruang bersama dengan ruang baca.

Dari bahan material yang kami gunakan, masih menggunakan bahan konvensional yaitu dinding bata yang sebagian di finishing ekspose, juga bata tempel. Untuk atap menggunakan dua jenis yaitu atap dak beton dan atap genteng beton flat.

Kusen dan Daun Pintu plus Jendela menggunakan kayu yang difinishing dengan cat duco. Hal ini memberikan kesan modern pada rumah ini. Selain itu serat kayu yang tidak perlu terekspose dapat meringankan beban biaya, karena tidak perlu kayu dengan serat yang bagus.

Bentuk rumah masih menggunakan style tropis, ditandai dengan bentuk atap pelana miring dan adanya tritisan pada setiap penghujung atap sehingga dinding yang ada dibawahnya terlindungi. Bukaan-bukaan pintu dan jendela dilindungi oleh kanopi beton sehingga air tidak tampias masuk ke dalam ruangan.

Berikut beberapa gambar image 3D untuk desain rumah Bapak Dadang :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.