Arsitek Jogja : Mr. Irfan House (2nd Chance House) – Wonosari Gunungkidul DIY


Kami mendapatkan kepercayaan kedua dari Mas Irfan untuk membuat desain rumahnya yang berlokasi di Wonosari Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kesempatan sebelumnya kami membuat desain rumah toko nya yang juga berlokasi di Wonosari Gunungkidul. Bisa dilihat disini.

Pada kesempatan kedua ini Mas Irfan ingin membangun rumah tinggal yang berdampingan dengan rumah ibunda mertua. Beliau menghendaki rumah tinggal satu lantai dengan budget yang sudah ditentukan sebelumnya. Mas Irfan menghendaki rumah yang dapat menampung penghuni empat orang yaitu beliau, istri dan dua putra.

Site eksisting merupakan tanah kosong yang mempunyai kontur dibawah nol jalan. Site berdampingan dengan rumah mertua beliau. Beberapa pohon perindang yang ada sudah ditebang karena pohon tersebut menghasilkan buah besar yang dapat menimpa atap bangunan dan berpotensi untuk merusak penutup atap. Yang cukup menarik, Mas Irfan mempunyai kandang sapi bekas yang saat ini digunakan sebagai penyimpan kayu-kayu hasil tebangan.

Site berbentuk memanjang dengan sedikit penyempitan di bagian belakang. Secara umum, kontur site cukup rata meskipun lebih rendah daripada bangunan sebelah. Dengan kondisi memanjang seperti ini, kami membuat konsep rumah panjang, dengan memaksimalkan lebar site agar tetap ada sisa lahan di kiri kanan massa bangunan. Hal ini sangat penting karena sisa lahan dapat digunakan sebagai ruang terbuka agar sirkulasi udara tetap terjaga. Selain itu, sisa lahan dapat digunakan sebagai akses alternatif selain pintu utama.

Konsep massa bangunan yang kami usung dalam desain rumah ini adalah pembagian zonasi ruangan. Kami membagi zonasi menjadi 3 bagian yaitu ruang untuk tamu, ruang komunal keluarga, dan ruang privat. Dalam pengembangannya, ruangan-ruangan lain kami letakkan sesuai fungsi masing-masing secara mengelompok.

Pada ruang tamu, kami juga tempatkan teras pada bagian depan sebagai ruang penerima terbuka. Pada ruang teras ini kami mengedepankan konsep visual yang dominan pada kayu dan semen. Lantai, dinding dan plafond kami buat dengan bahan kayu sebagai pelapis. Untuk pembatas dengan ruangan dalam, kami gunakan glassblock agar cahaya dari luar dapat masuk kedalam ruangan.

Sebelah ruang tamu kami tempatkan musholla. Musholla sengaja kami tempatkan di bagian depan agar apabila telah masuk waktu sholat, tamu dapat segera sembahyang tanpa masuk ke area komunal maupun privat. Ruang wudhu pun kami letakkan sendiri di samping musholla agar dapat diakses dengan mudah. Selain itu, di seberang tempat wudhu kami letakkan kamar mandi/toilet untuk tamu.

Masuk ke bagian dalam, terdapat ruang komunal yaitu ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Pemisah antara ruang tamu dengan ruangan komunal keluarga adalah ruang wudhu dan kamar mandi. Lorong antara ruang tamu dan ruang komunal keluarga menggunakan penutup lantai dengan material yang berbeda sebagai penanda batas area. Begitu pula pada bagian atap, diatas kamar mandi dan tempat wudhu menggunakan atap jenis dak beton.

Pada ruang komunal, tidak ada pembatas antara ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Konsep ini mengikuti aktivitas keluarga Mas Irfan yang cenderung modern, mengikuti zaman dimana kegiatan diantara ketiga ruangan saling berhubungan dan terkesan santai. Ruangan ini menggunakan plafond yang mengikuti kemiringan atap agar ruangan terasa lapang. Pada kanan kiri ditempatkan bukaan agar cahaya dan udara dapat bebas keluar masuk. Disebelah ruangan ini kami tempatkan ruang santai luar yang dapat juga digunakan sebagai ruang makan dengan memanfaatkan bekas kandang yang sudah ada.

Seperti halnya penghubung antara ruang tamu dengan ruang komunal yang menjadi semacam lorong dan menggunakan material berbeda, begitu pula dengan ruang antara ruang komunal dengan ruang privat. Kami letakkan ruang cuci dan kamar mandi pada lorong penghubung ini. Untuk tempat menjemur pakaian, berada di halaman samping yang tidak terlihat dari ruangan manapun.

Ruangan privat terdiri dari tiga kamar tidur. Satu kamar tidur utama untuk orang tua (Mas Irfan beserta istri), dan dua kamar tidur untuk putra putri beliau. Kamar tidur utama kami letakkan pada bagian tengah site yang langsung mempunyai akses view ke halaman belakang. Sedangkan untuk dua kamar tidur anak kami letakkan mengapit kamar tidur utama yang juga mempunyai akses cahaya dan udara (jendela) ke arah halaman belakang.

Untuk kamar tidur utama kami lengkapi dengan walkin closet tempat menyimpan pakaian. Sehingga pada ruangan kamar tidur lebih lapang karena hanya berisi bed saja.

Berikut beberapa image dari desain rumah Mas Irfan :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.