Arsitek Jogja : Cor Beton Pakai Truk Molen atau Manual?


Saya tertarik untuk menulis ini karena baru saja menengok salah satu proyek fisik yang sedang kami kerjakan. Kebetulan proyek yang kami kerjakan tersebut berdekatan dengan proyek kapling sebelah yang progress pekerjaannya hampir bersamaan pada waktu mengerjakan cor beton pelat lantai.

Yang cukup menarik adalah, cara ngecor pelat lantai kami berbeda. Kami menggunakan truk molen sedangkan mereka secara manual. Apa itu cor truk molen dan manual?

Pelat lantai dalam kasus ini adalah lantai bangunan bertingkat. Pelat lantai pada rumah tinggal pada umumnya masih terbuat dari cor beton bertulang. Cor beton ini dibuat secara manual dengan campuran cor cair yang dituang dan diratakan ke seluruh ruangan. Tebal pelat lantai standar untuk bangunan bertingkat adalah setebal 12 cm.

Sebagai contoh, apabila anda berencana membangun rumah dengan lantai 2 seluas 100 m2, maka jumlah volume untuk pelat lantainya adalah 12 cm x 100 m2 = 12m3. Volume ini belum ditambah dengan volume balok lantai yang menopang. Berapa volume cor beton balok, tergantung kepada desain strukturnya.

Untuk mendapatkan kualitas cor beton pelat lantai yang baik, sebaiknya pengecoran dilakukan secepat mungkin, agar seluruh luas lantai dapat di cor dalam waktu bersamaan. Mengapa harus demikian? Agar beton tersebut mengering bersamaan sehingga menjadi satu kesatuan pelat tanpa ada sambungan.

Pengecoran pelat beton dapat dilakukan secara manual oleh tenaga manusia. Pada beberapa proyek, persiapan pengecoran secara manual perlu perhatian khusus. Distribusi cor beton yang masih cair (baru selesai di aduk) dari lantai bawah diangkut ke atas, memerlukan sistem yang efisien. Adukan cor pelat lantai lebih baik menggunakan mesin molen, sehingga daya campurnya lebih bagus daripada adukan tenaga manusia yang mengandalkan cangkul saja.

Pencampuran adukan cor beton dengan mesin molen harus menggunakan standar takaran sesuai persyaratan struktur. Setelah diaduk dengan baik, cor beton cair dituang ke sebuah tempat dan di distribusikan ke lantai atas menggunakan ember. Biasanya para tenaga kerja akan berbaris dan menyalurkan ember-ember tersebut sampai ke lantai atas. Dan tukang yang terakhir menerima ember akan menuang cor cair tersebut dan meratakan.

Percayalah pembaca, melakukan hal ini sangat melelahkan…karena saya pernah mencobanya… 😀

Ada pilihan lain untuk melakukan pekerjaan cor pelat lantai, yaitu menggunakan jasa truk molen. Truk molen ini milik perusahaan yang memang memberikan layanan cor beton. Kita tinggal order untuk luas berapa meter persegi dan mutu beton yang dikehendaki. Nanti perusahaan tersebut akan mengirim cor beton cair menggunakan truk molen ke lokasi proyek. Untuk mengalirkan cor beton cair ke lantai atas, memerlukan truk pendorong. Dengan truk pendorong ini, tenaga di atas tinggal mengarahkan pipa keluarnya cor cair dan meratakannya.

Perbandingan yang cukup signifikan antara ngecor manual dengan menggunakan truk molen diantaranya :

  1. Waktu
    Menggunakan truk molen akan menghemat waktu pengerjaan jauh lebih efisien daripada menggunakan cor tenaga manual. Dengan tenaga mesin, tidak memerlukan waktu istirahat karena kelelahan. Selain itu, cor beton sudah disiapkan lebih cepat oleh perusahaan menggunakan mesin pengaduk. Kita tinggal mengkonfirmasikan waktu pengecoran yang kita inginkan, truk molen akan datang pada waktu yang ditentukan dengan membawa cor beton sejumlah yang kita order.
  2. Tenaga Kerja
    Menggunakan truk molen, akan mengurangi jumlah tenaga kerja pengecoran. Karena dengan truk, cor beton cair langsung bisa sampai ke lantai atas dengan cara dipompa. Tenaga yang dibutuhkan adalah tenaga untuk meratakan saja.
  3. Biaya
    Untuk biaya, harga cor beton cair dihitung per m3. Pada tiap-tiap perusahaan mempunyai harga yang berbeda. Harga juga berbeda pada tiap mutu beton yang kita pesan. Ada biaya tambahan dibanding dengan tenaga manual apabila kita menggunakan truk molen, yaitu biaya sewa truk pompa dan juga mesin perata cor beton cair. Namun jangan lupa, ngecor dengan tenaga manual, kita membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama, yang mana tentu akan mempengaruhi biaya.
  4. Mutu Adukan
    Yang paling penting dari menggunakan truk molen adalah mutu adukan. Adukan dicampur dengan takaran yang memang sudah terukur. Tiap-tiap cor beton cair yang dibawa oleh truk molen mempunyai kadar campuran yang stabil dibanding apabila adukan yang dilakukan secara manual. Hal ini tentu sangat penting karena kualitas beton yang berbeda-beda (apalagi dibawah standar) akan sangat berbahaya bagi struktur bangunan.

Selain poin-poin diatas sebagai perbandingan, ada poin penting yang perlu kita perhatikan di awal, yaitu apakah lokasi proyek memungkinkan bagi truk molen untuk bisa masuk. Apabila jalan masuk lokasi kecil, maka pilihan menggunakan truk molen jelas harus dicoret.

Semoga penjelasan diatas berguna untuk anda apabila sedang akan mengerjakan cor pelat lantai beton. Salam konstruksi… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.