Arsitek Jogja : Sedikit Peran BPA Dalam Kegiatan Mahasiswa dan Universitas


Meskipun masih termasuk dalam kategori usaha mikro, studio BPA yang beroperasi efektif secara team dalam dua tahun terakhir, mendapatkan kehormatan dengan menerima beberapa kunjungan mahasiswa dari beberapa universitas di Indonesia. Tercatat diantaranya dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Amikom, dan yang terakhir dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Selain itu terdapat mahasiswa magang yang bergabung dalam studio kami, dan pada saat tulisan ini dibuat, ada dua mahasiswa magang dari Institut Teknologi Sumatera – Lampung.

Kunjungan-kunjungan ini sebagai bagian dari kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan kurikulum belajar mengajar dari kampus masing-masing. Mereka mengunjungi beberapa studio arsitektur di Yogyakarta dimana BPA menjadi salah satunya. Hal ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, sebuah kesempatan untuk sharing pengalaman dan merupakan tantangan untuk dapat lebih maju lagi dalam berkarya di bidang arsitektur.

Dalam kunjungannya, mahasiswa-mahasiswa tersebut secara umum berdiskusi mengenai praktek arsitek dalam dunia kerja. Pertanyaan umum yang sering disampaikan adalah bagaimana memulai sebuah biro arsitek, bagaimana mendapatkan klien, berkomunikasi secara baik dengan klien, sampai dengan tahap-tahap dalam pengerjaan sebuah karya arsitektur.

Diskusi yang terjadi sangat menarik, terlepas dari background universitas masing-masing. Kami sering mendapat pertanyaan-pertanyaan yang, justru malah membuka wawasan yang selama ini luput dari perhatian. Kembali berdialog dengan mahasiswa adalah sebuah pemicu semangat, seolah-olah kami diingatkan lagi dengan teori-teori arsitektur yang kadang terpinggirkan pada saat berkarya secara profesional.

Hal ini juga tidak lepas dari pengalaman saya pribadi yang pernah sekian tahun berdiri di depan kelas dan menyampaikan ilmu arsitektur kepada mahasiswa. Ada sebuah kesegaran yang terasa ketika kita berinteraksi dengan jiwa-jiwa muda yang sangat kreatif. Dan kreativitas serta semangat muda ini yang diperlukan dalam sebuah biro yang bergerak dalam bidang ekonomi kreatif.

Kegiatan semacam ini (kunjungan mahasiswa) merupakan kunjungan yang sangat positif dan perlu mendapatkan dukungan penuh dari kampus. Arsitek merupakan sebuah profesi yang memerlukan ilmu-ilmu lain diluar bidang arsitektur itu sendiri. Mahasiswa dapat belajar mengenai ilmu bisnis dari biro yang sudah berdiri yang biasanya tidak didapatkan di meja kampus.

Impian dari calon arsitek rata-rata adalah berpraktek secara profesional, baik secara personal maupun team yang tergabung dalam sebuah biro. Impian yang sangat pantas didukung penuh oleh kampus, bahkan oleh negara yang saat ini kekurangan wirausaha (Indonesia baru mempunyai sekitar 3,1 % wirausaha pada tahun 2018, sedangkan negara maju rata-rata mempunyai lebih dari 14 % wirausaha).

Berbicara mengenai biro arsitek tidak hanya mengenai arsitektur saja, tapi lebih luas mengenai lapangan pekerjaan. Mendirikan sebuah biro arsitek artinya turut menyumbang dalam mengurangi pengangguran terpelajar. Rata-rata anggota sebuah biro adalah lulusan sekolah mulai dari tamatan SMK sampai dengan Strata 2 bahkan lebih tinggi lagi. Dalam satu tahun universitas dengan jurusan arsitektur akan meluluskan sekian ribu sarjana arsitektur. Kemana sarjana ini akan melanjutkan hidup? Bekerja di bidang arsitektur, di bidang lain, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi? Kita bisa membantu lulusan tersebut mendapatkan pekerjaan dengan membuat biro arsitektur.

Tidak semua lulusan arsitek dapat diterima di studio-studio besar dan terkenal. Beberapa sarjana tersebut bekerja di biro/studio kecil seperti BPA. Ada juga yang karena kurang informasi tentang biro-biro arsitek yang ada, atau keinginan bekerja di biro besar tidak tercapai, akhirnya melanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya sebagai pengisi waktu bahkan sebagai pelarian. Meskipun hal tersebut tidak salah, namun tidak semua lulusan beruntung bisa melanjutkan pendidikan karena terkendala biaya atau minimnya informasi tentang beasiswa. Nah lalu kemana lulusan golongan ini? Rata-rata mereka bekerja di tempat yang tidak ada hubungannya dengan arsitektur. Sekali lagi, hal ini tidak salah, namun cukup disayangkan, ilmu yang dipelajari selama kuliah tidak bisa dipraktekkan secara penuh.

Alangkah baiknya ketika mereka tidak mendapatkan kesempatan bekerja di biro yang diinginkan, mereka bisa merintis usahanya sendiri di bidang arsitektur. Dibutuhkan mental dan pengetahuan sebagai bekal awal. Bekal ini yang tidak mereka dapatkan semasa duduk di bangku kuliah. Pengetahuan tentang kewirausahaan diberikan sebatas 2 sks yang rasanya masih terlalu dangkal untuk dipraktekkan. Sedangkan mental, perlu adanya bimbingan, terutama dari mereka yang sudah terlebih dulu memulai wirausaha. Hal ini bisa didapat dari biro/studio yang sudah berdiri.

Pemahaman ini yang menurut saya pribadi perlu ditanamkan sejak dini, terutama mahasiswa. Mahasiswa perlu diberikan bekal, mengenai praktek arsitektur dalam berbagai cara, dan membuka biro arsitek adalah salah satunya. Bekal untuk berbisnis biro arsitek perlu diberikan dalam perkuliahan, sebagai pendukung kegiatan-kegiatan dimana salah satunya adalah kunjungan ke studio/biro arsitek profesional.

Magang menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan. Beberapa mahasiswa magang yang kami terima mengatakan bahwa magang mereka bukan karena jadwal dari kampus tapi atas inisiatif sendiri untuk mengisi waktu dan mencari pengalaman. Beberapa lainnya mengatakan bahwa magang mereka adalah jadwal dari kampus dan merupakan salah satu bagian kurikulum yang mesti dijalani. Mahasiswa magang dapat belajar bekerja secara profesional, juga dapat belajar mengenai sistem dalam sebuah biro/studio. Ini sangat penting, sebagai salah satu bekal mereka ketika lulus nantinya.

BPA sangat mendukung kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan apapun wujud kegiatannya. Sebagai studio kecil kami masih mempunyai banyak kekurangan, namun selama kami sanggup, kami akan siap sedia untuk membantu. Semoga pendidikan di Indonesia makin maju, khususnya pendidikan tentang arsitektur. Salam desain… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.