Arsitek Jogja : Mr. Agasi House – Kupang Nusa Tenggara Timur


Bapak Agasi, klien kami berikut berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Beliau sebelumnya menghubungi divisi arsitek kami yang lain, namun karena desain yang beliau harapkan cukup menantang bagi tim BPA, maka kami tawarkan untuk ditangani oleh tim BPA, dan alhamdulillah beliau setuju.

Lahan yang beliau miliki 9 x 11 m2, dengan kebutuhan ruang cukup sederhana yaitu dua kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur dan kamar mandi. Hanya saja, beliau menginginkan desain arsitektural yang benar-benar modern, bukan modern yang dipahami masyarakat pada umumnya.


Proses kami awali dengan menggali lebih dalam mengenai arsitektur modern. Gaya desain arsitektur yang diusung salah satunya oleh Mies Van Der Rohe ini sebagai perlawanan terhadap arsitektur klasik yang sedang marak saat itu. Arsitektur modern memotong habis ornamen-ornamen yang menempel pada bangunan. Bagi arsitek gaya modern, keberadaan ornamen yang tidak fungsional adalah sesuatu yang tidak penting. Bagi arsitek modern, yang paling utama adalah fungsi, sehingga bentuk-bentuk yang esteti haruslah mengacu kepada kebutuhan pengguna.

Dari gaya ini, bentuk-bentuk yang muncul adalah bentuk-bentuk geometris sederhana. Kubus dan balok mendominasi bentukan gaya arsitektur modern, meskipun pada perkembangannya dikombinasi dengan bentuk-bentuk segitiga dan lengkung. Mengacu kepada bentuk-bentuk geometris tersebut, kami memutuskan untuk membuat gubahan massa bentuk kubistis. Bentuk kubus ini yang kami susun dengan beberapa variasi (kombinasi, penambahan, pengurangan, dll) dalam membentuk massa bangunan rumah ini.

Poin berikutnya yang menjadi konsentrasi kami sebagai arsitek adalah, diantara keterbatasan lahan yang ada kami tetap mengusahakan aliran udara tetap lancar di dalam rumah ini. Hal ini kami wujudkan dengan pemerataan area terbuka di dalam lahan. Area terbuka bukan hanya sebagai lahan sisa, namun memang menjadi salah satu poin utama. Aliran udara dalam bangunan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kesehatan pengguna. Anda bisa membaca hal tersebut di artikel Pentingnya Perencanaan Penghawaan di Dalam Rumah

Selain menggunakan taman terbuka, kami juga membuat bukaan-bukaan untuk masuknya cahaya ke dalam rumah. Bukaan ini berupa jendela, boven, dan juga skylight.

Sebagai tambahan dalam mengaktualisasikan desain modern, kami menggunakan bahan-bahan material yang juga modern. Kaca, alumunium, dan juga conwood kami gunakan sebagai bahan material finishing. Untuk penutup atap dengan bentuk kubistis, kami menggunakan dak beton yang menjadi satu kesatuan struktur beton bangunan. Sebagai antisipasi hujan, dak dilapisi anti bocor agar air tidak merembes masuk. Untuk kaca dengan dimensi yang besar, kami menggunakan kaca tempered sehingga lebih aman.

Kami menggunakan unsur baja pada bagian carport depan. Selain praktis, bahan baja dapat dibongkar kembali apabila nanti ingin berganti model. Setelah dibongkar, bahan baja dapat digunakan kembali atau diuangkan dengan cara dijual. Dengan keunggulannya ini, kami gunakan bahan baja pada area carport. Tentu tanpa meninggalkan aspek estetis dan keterkaitan bahan logam dengan kendaraan yang ada dibawahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.