Arsitek Jogja : Dapat Tawaran Borong Rumah Harga Murah? Harus Hati-Hati…!!


Membangun rumah bagi sebagian besar orang adalah momen yang sangat penting. Momen ini mungkin hanya terjadi satu kali seumur hidup. Anda yang ingin membangun rumah pasti tidak ingin ada masalah yang akan timbul di kemudian hari. Bisa dikatakan, untuk membangun sebuah rumah jelas memerlukan biaya yang besar, sehingga apabila ketika rumah sudah jadi ternyata banyak masalah, akan sangat merugikan.

Pembangunan rumah memerlukan cukup banyak energi yang harus dikeluarkan. Itulah mengapa banyak orang lebih memilih membeli rumah yang sudah jadi, meskipun biaya yang dikeluarkan jelas lebih banyak. Namun bagi anda yang memilih untuk membangun rumah sendiri, tentu anda sudah mempertimbangkan bahwa membangun rumah sendiri akan menyita waktu, tenaga dan biaya yang cukup besar.

Bagi anda yang ingin segera memulai pembangunan rumah baru, saya ucapkan SELAMAT untuk anda. Yang pasti minimal anda sudah mempersiapkan desainnya. Mendesain rumah tentu sangat disarankan menggunakan jasa arsitek, seperti halnya ketika anda mengalami masalah kesehatan, pasti akan menggunakan jasa dokter. Arsitek yang telah mempunyai latar belakang pendidikan arsitektur tentu berbeda ‘isi’ kepalanya dengan orang yang tidak mempunyai latar belakang arsitektur. Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa arsitek itu mahal, tapi produk yang dihasilkan tentu akan sesuai dengan nilai rupiah jasanya.

Apabila desain sudah ada, sudah sesuai dengan kepribadian anda, kebutuhan anda, style anda, dan kehidupan anda, maka anda tinggal memikirkan tentang pembangunan rumah. Apakah anda mempunyai cukup waktu untuk mengawasi sendiri, membeli bahan material sendiri, menggaji tukang sendiri, dll? Kalau anda tidak mempunyai waktu dan tenaga untuk itu, anda bisa menggunakan jasa kontraktor.

Banyak sekali kontraktor yang dapat membantu anda untuk membangun rumah anda. Lalu bagaimana menemukan kontraktor yang baik? Yang paling baik adalah dengan menanyakan ke saudara, kenalan, tetangga, dan orang-orang yang anda kenal, barangkali mereka mempunyai referensi kontraktor yang baik. Namun apabila tidak ada, yang paling mudah dilakukan di jaman informasi saat ini adalah dengan mencari di internet.

Saya jamin akan ada sangat banyak sekali kontraktor yang menawarkan jasanya lewat internet. Biro saya sendiri juga melakukannya, silahkan bisa anda klik di www.rancangbangunparama.com. Anda bisa melihat hasil karya kami di website tersebut.

Menggunakan jasa internet artinya anda tidak mengenal kontraktor tersebut, baik itu kontraktor perorangan ataupun perusahaan. Cari tahu mengenai profil kontraktor tersebut, dari latar belakang dan hasil karyanya. Ketika anda menghubungi kontraktor tersebut, anda bisa menanyakan biaya pembangunan berdasar desain yang sudah anda punyai.

Kontraktor biasanya akan menghitung biaya yang harus anda keluarkan untuk membangun rumah anda. Saya jamin, masing-masing kontraktor pasti akan memberikan perhitungan yang berbeda. Permasalahan baru saja dimulai ketika anda dihadapkan pada hasil perhitungan yang beraneka ragam tersebut.

Diantara hasil perhitungan kontraktor tersebut, saya menyarankan anda agar berhati-hati ketika mendapat penawaran HARGA MURAH. Adalah sangat wajar ketika kita ingin mendapatkan harga yang murah, dan itu manusiawi. Namun jangan sampai harga tersebut membutakan anda dari kualitas kontraktor itu sendiri.

Di Yogyakarta sendiri saat ini banyak sekali kontraktor yang menawarkan harga murah, bahkan sangat murah sekali. Perhitungan mereka hanya berdasar luasan bangunan, tanpa dihitung secara rinci. Disini perlu saya ingatkan bahwa biaya pembangunan rumah itu sangat bergantung pada desain. Bangunan dengan luasan yang sama akan sangat berbeda biaya pembangunannya apabila desainnya berbeda, spesifikasinya bahan materialnya berbeda, strukturnya berbeda, dan lain-lain. Sehingga, dengan biaya yang didasarkan pada luasan bangunan (m2), bagi saya hal itu jelas sangat kurang akurat. Dan apabila ini terjadi, akan sangat fatal akibatnya. Kok bisa begitu?

Pengalaman yang dialami oleh kenalan-kenalan saya, ketika ingin membangun rumah, mereka terbutakan oleh biaya yang murah, yang biasanya berdasarkan luas bangunan (m2). Seperti yang saya sampaikan diatas, beda desain tentu beda biaya. Membangun gudang dengan ukuran 100m2 tentu berbeda dengan membangun rumah 100m2. Membangun rumah dengan 3 kamar tidur pasti berbeda dengan membangun 1 kamar tidur meski luasannya sama. Membangun rumah dengan 3 kamar mandi pasti berbeda dengan hanya 1 kamar mandi saja, lagi-lagi meskipun dengan luasan total yang sama.

Ketika harga murah tersebut diterapkan pada bangunan anda, dan ternyata secara desain bangunan anda tergolong rumit, maka yang terjadi adalah ‘pemaksaan’ agar biaya tersebut mencukupi untuk membangun rumah anda. Bagaimana caranya? Yang umum terjadi adalah dengan pengurangan spesfikasi material (tentu tanpa sepengetahuan anda) atau mengorbankan ketepatan dan kerapian pengerjaan. Pengurangan spek bahan akan menurunkan biaya pembelanjaan bahan, sedangkan penurunan ketepatan dan kerapian pengerjaan akan menurunkan biaya tenaga kerja. Hasilnya bagaimana? Tentu bangunan anda akan turun kualitasnya. Apakah anda mau?

Banyak sekali cerita dari teman, sodara, rekanan yang kecewa dengan hasil pekerjaan kontraktor. Bahkan ada beberapa dari mereka yang akhirnya terpaksa memutus kontrak kerja dengan kontraktor karena kinerjanya dinilai tidak baik. Ataupun ketika bangunan sudah jadi, ternyata banyak masalah di kemudian hari. Tentu ini akan sangat merugikan anda, karena pasti anda akan mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan-perbaikan.

Yang paling mengerikan sebenarnya adalah ketika pengurangan spek ini dilakukan pada bagian STRUKTUR BANGUNAN yang merupakan inti bangunan. Bagian struktur ini biasanya tidak begitu diperhatikan oleh orang awam, karena tidak mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut (pendidikan struktur). Karena tidak banyak diperhatikan, bagian struktur ini menjadi ‘ladang’ empuk untuk pengurangan spek. Apa saja itu?

Tiang beton bertulang, sloof beton, ringbalok, balok lantai, pelat lantai beton, atap dak beton, dan lain-lain. Bagaimana pengurangan spek dilakukan? Bisa dengan menggunakan besi yang berdiameter lebih kecil dari yang seharusnya dipakai, atau mengurangi prosentase semen dalam adukan beton. Pengurangan semen ini sangat sulit untuk dideteksi karena begitu semen sudah dicampur dan jadi adonan, akan sangat sulit mengukur kadar semen dibanding material lainnya. Pengurangan semen tidak hanya pada beton, tapi juga bisa dilakukan pada campuran lain, seperti spesi untuk perekat bata, plesteran, perekat pondasi dan lain-lain. Akibatnya? Tentu karena perekatnya sedikit, susunan beton, bata, batu pondasi, akan mudah retak, terlepas, dan akhirnya jebol. Apalagi jika yang dikurangi adalah kadar semen dalam tiang beton. Anda bisa bayangkan yang terjadi?

Pengurangan spesifikasi lain dapat juga dilakukan pada kualitas kayu pintu dan jendela, pada rangka atap, rangka plafond, cat, dan lain-lain. Mungkin untuk anda yang beruntung, pada saat bangunan baru selesai belum terlihat ada masalah. Namun selang beberapa waktu, biasanya akan timbul masalah yang bisa membuat anda malah menjadi stress saat tinggal di rumah baru anda. Nah, sudah keluar biaya banyak, malah jadi stress…anda mau? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.