Arsitek Jogja : Mr. Adrian Bakti House – Bantul DIY


Klien kami berikut adalah Bapak Adrian Bakti. Beliau mempunyai sebidang tanah yang akan dibangun di daerah Jl Imogiri Bantul DIY. Konsep yang beliau inginkan dari rumah tinggalnya adalah 2 fungsi, yaitu fungsi rumah tinggal dan fungsi rumah kos.

Bentuk lahan adalah persegi panjang dengan bentuk yang tidak simetris antara depan dan belakang. Namun demikian, karena selisihnya tidak terlalu banyak, bagian miring kami “buang” untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka pada bagian samping.

Sesuai permintaan dan kondisi luas lahan, zoning yang kami lakukan adalah menempatkan bangunan rumah tinggal di bagian depan. Hal ini mungkin sedikit kurang umum dimana bangunan private malah berada di bagian depan. Permintaan dari pemilik rumah ini didasari keinginan pemilik untuk menampilkan rumah tinggalnya sebagai sesuatu yang membanggakan untuk dilihat orang lain. Dalam arti lain, menunjukkan eksistensi pemilik rumah.

Sedangkan bangunan kos sebagai secondary function, dimana pemilik rumah ingin memaksimalkan fungsi lahan secara komersial. Bangunan kos dipilih karena tidak terlalu membutuhkan operasional yang menyita waktu dan pikiran. Bangunan kos dibuat dua lantai agar mendapat jumlah kamar yang cukup banyak.

Dari depan, bangunan terlihat berundak, karena bagian depan hanya satu lantai, sedangkan di bagian belakang bangunan dua lantai. Meskipun demikian, bagian belakang tidak terlalu terlihat apabila diukur dari sudut dan jarak pandang manusia dari jalan yang ada didepannya.

Secara kaidah arsitektur, kami membuat bangunan dengan memperhatikan faktor-faktor seperti sirkulasi udara dan cahaya ke dalam bangunan. Hal ini kami terapkan dalam setiap ruangan. Tentu hal ini akan sangat memperngaruhi efisiensi energi, sehingga bangunan akan lebih ‘green’ dan bersahabat dengan alam.

Arsitektur rumah ini mengacu pada style modern, dimana kami tidak banyak menggunakan elemen-elemen yang tidak perlu. Sesuai dengan definisi arsitektur modern sendiri dimana fungsi lebih diutamakan daripada bentuk, sehingga fungsi dalam bangunan ini benar-benar dimaksimalkan, namun ditambah dengan estetika bangunan yang dijaga.

Fasad bagian depan, kami desain dengan kombinasi antara cat, batu alam andesit dan plesteran kasar dengan finishing coating. Pada bagian pagar kami gunakan roster dengan pengaturan acak sehingga memecah keteraturan yang ada. Warna yang digunakan dominan warna putih, dengan sedikit aksen warna kayu yang ditempelkan pada bagian atas teras. Dengan warna putih, semua warna pelangi bisa terlihat – Richard Meier.

Kamar kos di belakang juga menggunakan dominasi warna putih. Modernitas ditunjukkan dengan railing besi/stainless yang dikombinasi dengan kaca. Namun railing ini masih optional, klien masih mempertimbangkan penggunaan bahan yang lain.

Kamar kos lantai 1, pada bagian lahan terbuka menggunakan grassblock sehingga apabila terdapat aliran air, baik dari hujan, kendaraan atau kran air, bisa langsung meresap ke dalam tanah. Optional, diatas lahan terbuka tersebut di tutup kanopi polycarbonat untuk mereduksi air hujan yang turun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.