Arsitek Jogja : Tour Bareng YYAF Ke Salatiga (Objek 2 : J-House)


Setelah tour pada objek pertama yaitu Bumi Kayom, tour YYAF lanjut ke objek berikutnya yaitu J-House karya Mas Adyputra. J House adalah rumah dari pemilik Bumi Kayom.

Rumah ini masih dalam proses pembangunan konstruksi. Pada saat kami kesana, proses pembangunan dalam tahap finishing.

Tampak depan rumah ini hanya menggunakan geometri sederhana yaitu persegi panjang. Bidang persegi panjang tersebut dibagi dua bukaan dan sebagian bidang masif. Dua bukaan tersebut merupakan pintu masuk dengan model pintunya adalah pintu lipat yang daun pintunya terbuat dari bahan besi hollow. Sebagai aksen dan estetika, besi hollow ditempel kayu ukuran kecil dengan cara di baut.

Setelah melewati ruang depan, ternyata terdapat kolam besar yang menjadi pemisah antara ruang publik di bagian depan dengan ruang private di bagian belakang. Ditengah kolam tersebut terdapat jembatan dari cor beton yang menghubungkan antar dua area. Di area kolam terdapat pohon kamboja besar yang berada di tengah2 kolam.

Fasad bangunan private juga menggunakan style minimalis dengan bentuk geometri persegi panjang, dengan lebar bangunan sama dengan lebar bangunan depan. Atap teras menggunakan dak cor beton tipis sepanjang lebar bangunan. Dak ini ditumpu oleh kolom-kolom baja IWF yang dibungkus kayu papan. Dari arah kolam, terlihat ada massa bangunan lantai 2 di sebelah kanan. Dari tampak visual, terlihat kolom massa bangunan di lantai 2 menggunakan baja IWF.

Diatas adalah foto teras depan dan belakang yang dibuat sama modelnya. Hanya ukuran lebar teras yang berbeda. Bagian belakang lebih lebar daripada bagian depan.

Dinding pagar samping kanan kiri tidak kalah menarik. Pagar ini disusun dari bahan batako yang pemasangannya tidak zig-zag tetapi lurus dari bawah keatas sehingga membentuk pola kotak-kotak. selain batako, permainan geometri kotak persegi dimainkan di lantai halaman depan rumah yang berbatasan dengan jalan. Penutup lantai ini menggunakan bahan batu andesit yang disusun rapi.

Di bagian dalam rumah, telah mulai dipasang instalasi elektrikal. Plafond rumah sepertinya akan dibuat ekspose beton. Hal ini diketahui dari pemasangan instalasi lampu yang sudah dilakukan sebagian oleh para tukang.

Hal yang membuat saya tercengang adalah cerita dari tukang bahwa seluruh dinding yang ada didalam rumah (bukan pagar) adalah dinding dengan bahan cor beton. Hal ini semakin menegaskan style ekspose yang diusung oleh Mas Adyputra. 

Tangga Menuju Lantai 2

Tangga untuk menuju lantai 2 terbuat dari besi yang diletakkan di samping ruang keluarga. Tangga ini terbilang cukup kecil, hanya dapat dilalui 1 orang. 

Di lantai 2 kami masuk pada ruang kamar dengan bukaan yang menghadap luar di lantai 2. Bukaan ini berupa pintu setinggi plafond. Pintu terbuat dari kayu yang dibagian tengahnya diisi kaca bening. Pada saat kami datang, kamar ini sedang dikerjakan dan belum selesai.

Ketika saya berada di lantai 1 dan mendongak ke atas, saya tidak menemukan adanya balok yang menopang dak atap beton. Setelah kami tanyakan ke tukang, ternyata metode yang dipakai adalah menggunakan balok tidur. Balok tidur ini adalah balok biasa yang dipasang secara horizontal. Hal ini membuat balok menjadi tidak nongol dibawah dak beton dan menjadi rata dengan dak beton atap. Untuk perkuatan, di lantai 2 (atas dak beton) terdapat baja-baja IWF yang disusun, yang ternyata adalah penggantung dari balok tidur dan pelat dak atap. Baja IWF ini menumpu pada kolom di masing-masing ujung bentang, dan diberi angkur besi kebawah untuk menggantung balok/pelat beton atap.

Pengerjaan penutup lantai di lantai 1, menggunakan bahan parquet. Pada saat kami datang, ruang bagian belakang yang sedang diberi lapisan penutup lantai parquet. 

Pada halaman belakang, terdapat kolam renang memanjang sepanjang halaman. Kolam renang ini berada di sisi kiri jika kita menghadap ke bagian belakang rumah. Sisa lahan terbuka masih sangat luas, dengan beberapa tanaman yang didatangkan dari luar dengan ukuran yang besar. Kami sempat melihat pengangkutan pohon besar yang dibawa oleh truk untuk dimasukkan ke halaman. Dan ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Karya yang menarik… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.