Arsitek Jogja : Resume Buku 15 Cerita Arsitek Muda


Buku ini saya beli secara online, karena saya ditawari langsung oleh penerbitnya yaitu IMAJI. Saya membeli bersama dengan buku Indonesian Architect. Setelah sampai, saya tidak sepat langsung membacanya. Baru beberapa waktu kemudian saya benar-benar bisa menamatkan membaca buku ini disela waktu menunggu boarding pesawat dan selama perjalanan didalam pesawat.

Buku ini beisi tentang cerita-cerita dibalik karya masing-masing arsitek yang tergabung. Arsitek yang masuk dalam buku ini diantaranya Agus Samsudin, Ivan Priatman, Yu Sing, Yodi Juliardi & Victor Vembrianto, Wiyoga Nurdiansyah & Muhammad Sagitha, Realrich Sjarief, Akbar Hantar, Andy Rahman & Abdi Manaf, Gayuh Budi Utomo, Teguh Laksono & Bramastia Hartanto, Ginanjar Ramdhani, Denny Setiawan, Revano Satria, Dhoni Dwipayana & Simon Gani, serta Riri Yakub.

Masing-masing cerita dari para arsitek dibahas satu per satu. Beragam cerita mengiringi perjalan arsitektural dari para arsitek tersebut. Dimulai dari Agus Samsudin yang berkarya tanpa gambar. Hal ini mengingatkan kita akan Romo YB Mangunwijaya. Karya-karya Agus Samsudin merupakan kepiawaian dalam meyakinkan klien yang nyaris tanpa bayangan di benak kepala mereka. Nyatanya, Agus Samsudin masih eksis dengan cara dan gayanya dalam berarsitektur.

Ivan Priatman Arsitek

Arsitek Ivan Priatman mempunyai cerita dan background yang berbeda. Ivan mempunyai segudang pengalaman baik secara akademis maupun organisasi di dalam dan luar negri. Dengan pengalamannya tersebut, dia menemukan prinsip bahwa arsitektur adalah sebuah perjalanan. Klien atau pengguna bangunan seakan melakukan perjalanan selama dia berada di dalam bangunan yang Ivan rancang. Selain itu, dia juga berprinsip bahwa karya adalah marketing.

Sedangkan arsitek Yu Sing, dengan studionya Akanoma, terangkat namanya karena concern pada desain rumah murah. Yu Sing juga concern pada isu-isu lingkungan, sehingga dalam berkarya, Yu Sing selalu mengedepankan penggunaan bahan material yang ramah lingkungan dan murah.

Duo Arsitek Yodi Juliardi dan Victor Vembrianto mempunyai cerita sendiri mengenai pengalaman bekerja pada biro arsitek yang terkenal di Indonesia. Bagaimana mereka berusaha untuk tidak menjadi pengekor dari mentor senior, namun juga tidak frontal melawan. Justru bagaimana mengembangkan identitas yang melekat selama bekerja dengan versi sendiri masing-masing.

Rumah Swadaya

Biro SUB yang digawangi oleh Wiyoga Nurdiansyah dan Muhammad Sagitha merupakan kolaborasi duo arsitek dari kawah candradimuka yang sama. Background pengalaman pada biro arsitek ternama di Indonesia, mengantarkan mereka berdua menghasilkan karya yang luar biasa.

Realrich Sjarief merupakan arsitek yang sudah mempunyai gen builder karena keluarganya merupakan lingkungan yang bergelut dengan konstruksi. Karena gen tersebut Sjarief mengembangkan dengan ditambah kemampuan desain, sehingga lebih lengkap. Kemampuan design and build tersebut benar-benar membuat sebuah karya menjadi sempurna.

Sedangkan salah satu arsitek termuda dalam buku ini, yaitu Akbar Hantar, memulai karir sebagai arsitek dengan mengikuti dan memenangi berbagai sayembara arsitektur. Hal ini dia lakukan sejak masih duduk di bangku kuliah. Dengan kemampuannya tersebut, mengantarkan Akbar menjadi salah satu arsitek yang mempunyai karya yang istimewa.

Andy Rahman dan Abdi Manaf merupakan arsitek yang berdomisili di Sidoarjo. Mereka memulai praktek dengan mencari jati diri style desain. Setelah akhrinya menemukan style desain yang melekat, mereka sekligus menyadari bahwa dengan berasitekturlah mereka bisa kembali kepada Tuhan dengan membantu sesama.

Arsitek yang seangkatan dengan Yu Sing, Gayuh Budi Utomo, akhirnya kembali ke jalur arsitektur setelah berkarir di bidang kontraktor selama 6 tahun. Jiwanya terusik dengan basicnya sebagai seorang perancang. Dengan tekad, Gayuh memulai karir sebagai arsitek dengan mendirikan biro arsitek. Saat ini studio Gursiji menjadi wadah baginya untuk berkarya.

Teguh Laksono dan Bramastya Hartanto bisa dikatakan sebagai arsitek era digital dan informasi. Maraknya era informasi digital memudahkan Teguh dan Bramastya untuk mendapatkan kllien dan berkomunikasi. Ditambah lagi dengan tim kerja, mereka membuat kantor virtual dimana diskusi hanya dilakukan dengan group chatting via media sosial.

Arsitek Ginanjar Ramdhani mendapatkan kepercayaan diri untuk membuka biro sendiri setelah pengalaman bekerja pada biro/arsitek senior, kemudian memberanikan diri membuat biro bersama kawan-kawannya. Namun akhirnya dirasa paling nyaman ketika dia memberanikan diri membuka biro sendiri. Plus minus dijalani dengan tanggung jawab untuk berkarya dan berarsitektur.

Reva House

Lain lagi dengan Revano Satria, arsitek muda dengan pendidikan dan pengalaman yang lengkap baik di dalam negri maupun luar negri. Revano sudah mempunyai biro dengan nama RSI Group yang ada di beberapa kota, juga berasosiasi dengan rekan-rekannya di luar negri dengan nama MSSM. Revano merupakan arsitek dengan kemampuan analisa yang akurat dan tajam. Selain itu background pribadi kehidupan keluarganya turut mempengaruhi karirnya di bidang arsitektur.

Dhoni Dwipayana dan Simon Ghani, yang secara unik dipertemukan oleh ibu mereka yang sama-sama kerja di rumah sakit, merupakan pasangan arsitek yang mengalir seperti air. Proyek mereka selalu mengedepankan iklim, dimana prinsip mereka, bangunan yang ketika dimasuki terasa panas, berarti bisa dikatakan gagal.

Arsitek yang berangkat dari media, Riri Yakub, belajar secara mendalam kepada arsitek-arsitek senior ternama pada saat bekerja pada media yang mengulas arsitektur. Dari pengalaman dan kesempatan berkunjung dan berinteraksi dengan arsitek-arsitek tersebut, membuat Riri menjadi percaya diri dan akhirnya membuka biro arsitektur sendiri.

Ada rasa iri selama membaca buku ini. Iri dalam arti yang positif, iri kepada para arsitek-arsitek muda yang bisa mempunyai karya luar biasa. Iri kepada mereka yang bisa secara mutlak mengabdikan hidup pada bidang arsitektur sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Saya pribadi akan terus mencoba untuk dapat memberikan kontribusi secara maksimal dalam dunia arsitektur… J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.