Arsitek Jogja : Beli Rumah Jadi Atau Bangun Sendiri?


 

Anda yang sedang persiapan untuk mempunyai rumah baru, mungkin artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Ada dua pilihan dalam untuk mendapatkan rumah baru, yaitu beli rumah jadi, atau membangun sendiri. Mungkin kebingungan ini pernah anda alami.. 😀

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kedua opsi tersebut. Diantaranya;

  1. Ketersediaan Dana

Tidak bisa dipungkiri, properti memerlukan biaya besar untuk mendapatkannya. Harga sebuah properti bisa dikatakan tinggi dibanding harga barang lainnya. Maraknya properti di Indonesia, membuat para developer berlomba-lomba untuk mengolah dan menjual properti hingga ke daerah-daerah. Lalu, apa hubungannya dengan dua opsi diatas?

  • Dana Besar

Bagi anda yang mempunyai dana besar, sangat leluasa untuk mendapatkan properti, baik dengan cara membeli jadi, maupun membangun sendiri.

Anda yang mempunyai dana besar bisa langsung mendapatkan properti siap pakai/huni dengan cara membeli pada developer maupun perorangan. Hanya saja, layaknya barang dagangan, tentu penjual sudah menyelipkan keuntungan di dalam harga jual.

Untuk meminimalisir dana yang anda keluarkan, anda bisa membangun sendiri properti anda. Anda tidak perlu mengeluarkan dana untuk keuntungan penjual. Mungkin perhitungan sederhana berikut bisa memberikan gambaran;

 

Harga Tanah misal Rp. 1.000.000,00/m2

Harga Bangunan sederhana 1 lantai sekitar Rp. 3.000.000,00/m2

Maka untuk bangunan tipe/luasan 45 dengan luas tanah 90m2, harga properti menjadi:

( 90 x 1.000.000 ) + ( 45 x 3.000.000) = Rp. 225.000.000,00

 

Dengan kondisi yang sama, lokasi yang sama, harga dari developer pasti jauh lebih tinggi. Anda bisa buktikan sendiri, dengan cara survei harga unit perumahan di suatu lokasi, kemudian coba tanyakan harga tanah di area tersebut kepada warga non perumahan. Lalu anda hitung sendiri dan bandingkan… 😀

Berarti keuntungan developer sangat besar dong? BISA JADI.

Di dalam kompleks perumahan, biaya pembelian lahan untuk jalan dalam kompleks, biaya penambahan tiang listrik (bukan pemasangan tiap rumah), biaya pembuatan gorong-gorong, fasilitas umum, dll oleh developer jelas dibebankan kepada pembeli, sehingga akan ditambahkan ke dalam harga jual masing-masing unit.

Sedangkan jika anda membangun rumah sendiri, anda tidak akan terbebani biaya tersebut selama fasilitas tersebut sudah tersedia di lahan yang akan anda bangun. Untuk itu, anda perlu mencari lahan yang sudah tersedia jalan umum, fasilitas umum, jaringan listrik, telepon, drainase, dsb.

 

  • Dana Kecil

Nah, bagi anda yang belum cukup dana untuk membeli maupun membangun rumah baru, anda tetap mempunyai kesempatan untuk memiliki rumah baru dengan cara pembelian secara kredit. Hanya saja, kredit ini khusus untuk pembelian rumah jadi, bukan kredit pembangunan rumah. Sehingga mau tidak mau anda harus membeli rumah jadi, dan memberikan keuntungan kepada penjual. Meskipun begitu, ada beberapa lembaga keuangan yang menyediakan layanan untuk kredit pembangunan rumah. Anda bisa mencari sendiri. Atau anda bisa mencari dana cash dengan melakukan pinjaman di di tempat lain.

 

  1. Ketersediaan Waktu dan Tenaga
  • Sibuk atau waktu mepet

Anda yang super sibuk dengan pekerjaan, mungkin tidak mempunyai waktu untuk melaksanakan pembangunan rumah anda sendiri, sehingga pilihan untuk membeli jadi adalah pilihan yang tepat. Lalu apakah orang sibuk memang harus membeli rumah jadi? TIDAK

Anda bisa menggunakan jasa konsultan arsitektur untuk perencanaan bangunan. Dan juga kontraktor untuk pelaksanaan pembangunannya. Salah satu kontraktor terpercaya di area Yogyakarta adalah RANCANG BANGUN PARAMA. “Loh, berarti hasilnya sama saja dong dengan developer, kontraktor kan ambil keuntungan juga?” 😀

Memang benar kontraktor juga mengambil keuntungan dalam melaksanakan pembangunan. Namun perlu anda ketahui, developer juga menggunakan jasa kontraktor dalam pembangunan perumahan. Keuntungan kontraktor masih ditambah lagi keuntungan developer ditambahkan dalam harga jual.

Nah, untuk anda yang memang ingin buru-buru menempati rumah baru, anda memang harus membeli rumah yang sudah jadi agar langsung bisa ditempati.

 

  • Senggang/santai

Anda yang mempunyai banyak waktu luang, bisa mencari lahan dengan cukup leluasa. Lahan yang akan dibangun non-perumahan memang membutuhkan kecermatan ekstra, terkait dengan legalitas, harga, aksesibilitas, fasilitas umum di sekitar, dll.

Setelah lahan sudah didapat, anda bisa melaksanakan pembangunan rumah sendiri. Kalaupun anda menyerahkan pembangunan kepada kontraktor, anda masih tetap bisa mengawasi jalannya pembangunan.

Pembangunan rumah sendiri juga memerlukan waktu cukup lama. Untuk bangunan dengan luas 50 m2 bisa membutuhkan waktu pembangunan sampai dengan 4 bulan. Lamanya waktu pengerjaan juga tergantung pada keahlian tenaga, suplai material, cuaca, dll.

 

  1. Kualitas
  • Beli jadi

Membeli properti yang sudah jadi, kita hanya bisa melihat bagian tampak luarnya saja atau finishingnya. Seperti kualitas cat, kerapian, jenis genteng, batu alam, dll. Sedangkan bagian struktur di dalamnya kita tidak bisa melihat, hanya berdasarkan informasi dari penjual, atau informasi dari gambar rencana.

Apakah gambar rencana menjamin kualitas struktur dalam bangunan yang kita beli? TIDAK

Gambar rencana memuat spesifikasi teknis bangunan yang dibangun. Biasanya gambar rencana memuat spesifikasi standar aman. Namun tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaan, spesifikasi pelaksanaan tidak sesuai dengan gambar rencana. Mengapa demikian? Alasan klasik yang biasanya digunakan adalah mepetnya dana pembangunan sehingga kontraktor/pelaksana pembangunan terpaksa menurunkan spesifikasi bahan.

 

  • Bangun sendiri

Membangun rumah sendiri, anda bisa menentukan kualitas bangunan, baik dari segi desain, kekuatan, kerapian, dll. Dari segi desain, anda bisa request ke perencana desain yang anda inginkan. Dari segi kekuatan, anda bisa mengontrol spesifikasi struktur yang diterapkan. Anda bisa mengkoreksi tukang atau kontraktor ketika pembangunan tidak sesuai yang anda inginkan atau meleset dari kualitas standar. Dengan demikian, bangunan akan menjadi benar-benar seperti yang anda kehendaki.

 

Nah, dengan penjelasan diatas, apakah anda sudah memutuskan? Beli rumah jadi, atau membangun sendiri? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s