Arsitek Jogja : Mrs. Fisqi House – Semarang


Pekerjaan ini adalah pekerjaan renovasi penambahan ruang. Ibu Fisqi yang sebelumnya sudah menghubungi saya via telepon akhirnya datang ke Jogja untuk bertemu dengan saya. Setelah menyampaikan data2 awal tentang rumahnya, lanjut ke permasalahan yang berhubungan dengan rencana perluasan rumahnya. Permasalahan cukup sederhana, Bu Fisqi menghendaki penambahan ruang untuk dapur dan ruang makan plus kamar untuk ART. Berikut denah eksisting rumah beliau :Rencananya, lahan sisa di belakang rumah dimanfaatkan untuk ruang tersebut. Denah diatas, adalah denah mirror dari denah yang sebenarnya. Sedangkan untuk fasad rumahnya seperti foto berikut ini :Sebelah kanan rumah masih terdapat lahan sisa sekitar dua meter. Lahan sisa disamping tersebut akan digunakan untuk pintu masuk samping yang menuju ke area ruang makan. Sekaligus digunakan subagai ruang untuk cuci dan jemur.

Dari permasalahan tersebut, saya memberikan desain denah seperti berikut :

Dari pintu belakang rumah eksisting, saya langsung menghubungkan dengan area ruang makan dan dapur. Sesuai keinginan Ibu Fisqi, bahwa ruang makan dan dapur tidak mempunyai sekat, dan los terbuka ke arah taman tengah. Pada area taman tengah Bu Fisqi menghendaki adanya kolam kecil, kemudian saya letakkan kolam tersebut pada dinding pagar belakang. Sehingga dapat juga dinikmati dari area Kamar Tidur Belakang yang ada di seberang dapur.

Pintu dari dapur/ruang makan saya buat los (pintu lipat) sehingga ketika dibuka, udara dan cahaya akan dapat masuk secara maksimal di area dapur/ruang makan. Permasalahan berikutnya adalah penempatan area cuci dan jemur.

Dari segi aksesibilitas, area paling cocok untuk digunakan sebagai cuci da jemur adalah area disamping rumah eksisting, yang berhubungan langsung dengan area ruang makan. Kegiatan mencuci Bu Fisqi menggunakan mesin cuci sehingga tidak membutuhkan area yang terlalu besar, dan dapat digabungkan dengan area jemur. Area jemur ini menggunakan atap transparan sehingga ketika beliau tidak dirumah dan jemuran belum diangkat, sewaktu hujan pun tidak masalah.

Untuk optimalisasi ruangan, meja dapur saya letakkan mepet dinding belakang. Hanya satu deret, sehingga ruangan di depannya bisa digunakan sebagai ruang makan lesehan.

Untuk material penutup lantai teras belakang rumah, saya gunakan motif kayu (pada prakteknya Bu Fisqi menggunakan keramik motif kayu kalau tidak salah).

Untuk penutup atap bagian dapur dan kamar belakang, saya menggunakan atap lembaran, karena kemiringan yang tidak memungkinkan untuk dipasang atap genteng. Atap genteng sebaiknya digunakan untuk kemiringan 30-35 derajat, sehingga air hujan yang mengalir tidak merembes melewati celah antar genteng ketika terbawa angin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s