Arsitek Jogja : Tenaga harian, Borongan, atau Cost and Fee


 

Judul diatas adalah tiga pilihan ketika anda ingin melaksanakan pembangunan gedung. Baik bangun baru maupun renovasi. Anda bisa memilih salah satunya. Namun, apakah anda tahu apa perbedaannya? Dan apa kelebihan serta kekurangan dari ketiga pilihan tersebut? Mari kita bahas…

 1. Tenaga Harian

Sesuai istilahnya, tenaga harian artinya membayar sejumlah uang secara langsung kepada tenaga/tukang selama dia/mereka mengerjakan pembangunan, dihitung perhari si tukang masuk kerja. Hal ini berarti anda harus mencari tenaga tukang sendiri, mengawasi pekerjaan sendiri, dan membeli material sendiri. Lantas, apa kelebihan dan kekurangannya? Mari kita bahas dari berbagai aspek;

  • Segi waktu

Apabila anda seseorang yang mempunyai banyak waktu luang, mungkin anda cocok menggunakan sistem ini. Anda bisa mengawasi pekerjaan tukang selama jalannya pembangunan. Sehingga meminimalisir kesalahan pekerjaan yang mengakibatkan semakin lama waktu pengerjaan. Selain itu, dengan adanya pengawasan dari anda, tukang tidak akan bertele-tele dalam mengerjakan.

Sebaliknya, jika anda orang yang sibuk, maka tenaga harian kurang cocok. Resiko yang dihadapi diantaranya adalah; banyaknya kesalahan yang dilakukan tukang, serta adanya beberapa tukang yang dengan sengaja memperlambat pekerjaan sehingga semakin lama pekerjaan, bayaran mereka semakin banyak.

  • Segi biaya

Pembayaran tenaga harian bisa dilakukan seminggu sekali pada akhir minggu (jika pekerjaan lebih dari satu minggu) atau di akhir pekerjaan (jika pekerjaan kurang dari satu minggu). Besar totalnya yaitu besar gaji tukang /hari dikalikan jumlah hari si tukang masuk. Jika pekerjaan berjalan cepat, anda semakin ngirit dalam membayar, namun jika pekerjaan berjalan lambat, tentu anda harus mengeluarkan kocek yang lebih besar.

Ada satu faktor yang berpengaruh dalam biaya ini, yaitu cuaca. Meskipun tukang bekerja secara efektif namun cuaca tidak mendukung, anda harus menerima kenyataan untuk membayar gaji tukang full sehari. Hal ini dikarenakan meskipun cuaca hujan dan tukang hanya bekerja efektif setengah hari, anda tetap harus membayar satu hari full, kecuali si tukang pulang.

Selain itu, apabila terjadi kenaikan bahan material, tentu anda juga harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

  • Segi kepuasan

Mengawasi secara rutin pekerjaan tukang memberikan pengalaman tersendiri bagi anda. Ada banyak sekali pengetahuan tentang bangunan rumah yang akan anda peroleh. Selain itu, dengan adanya pengawasan langsung dari anda, anda dapat secara penuh mengatur apa yang harus dikerjakan. Apabila ada perubahan dari desain awal, anda dapat secara cepat menggantinya tanpa banyak prosedur.

2. Borongan

Banyak kontraktor baik besar maupun kecil yang menggunakan sistem ini. Sistem ini bisa digunakan ketika owner bangunan adalah personal (bangunan hunian) atau badan (bangunan instansi). Dalam borongan, owner menugaskan kontraktor untuk melaksanakan pembangunan dengan sistem kontrak. Di dalam kontrak tersebut dijelaskan secara detail list pekerjaan yang harus diselesaikan, berikut nilai kontrak, tata cara pembayaran dan lain-lain.

Apabila anda menggunakan sistem borongan, anda tidak perlu repot untuk mencari tukang, membeli material, juga tidak perlu mengawasi jalannya pekerjaan setiap hari. Semua dikerjakan oleh kontraktor. Anda tinggal menerima hasil laporan pada saat akhir pekerjaan (serah terima kunci) atau pada saat pekerjaan mencapai progres tertentu sesuai kesepakatan di dalam surat kontrak. Lalu, apa kelebihan dan kekurangannya?

  • Segi waktu

Sistem borongan cocok digunakan oleh owner yang tidak mempunyai waktu dan pengetahuan detail tentang bangunan. Dengan sistem borongan, waktu pengerjaan sudah ditentukan dari sejak ditanda-tanganinya kontrak pekerjaan. Kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan sudah harus menghitung waktu lamanya pekerjaan. Lamanya pekerjaan tergantung dari besar kecilnya bangunan.

Dengan borongan, waktu anda tidak tersita untuk mengawasi pekerjaan. Dari segi waktu anda tidak mempunyai resiko apapun sepanjang si kontraktor tepat waktu. Kalaupun akhirnya kontraktor terlambat, anda bisa menggugat ganti rugi keterlambatan. Namun hal ini pasti sudah diantisipasi oleh kontraktor, karena jika pekerjaan terlambat, selain harus membayar penalti kepada owner, kontraktor juga harus menanggung biaya gaji tukang selama keterlambatan waktu tersebut.

Dengan adanya resiko tersebut, kontraktor akan mengusahakan agar waktu pekerjaan akan menjadi tepat.

  • Segi biaya

Dengan sistem ini, banyak orang yang terjun didalam pekerjaan selain tukang. Itu artinya anda juga harus membayar mereka. Selain itu, kontraktor juga pasti mencari untung. Hal ini akan menambah biaya yang harus anda keluarkan. Pada umumnya fee jasa kontraktor adalah 10% dari nilai pekerjaan. Artinya, jika nilai pekerjaan anda adalah 100 juta, maka anda harus menambahkan 10 juta untuk fee kontraktor. Maka nilai kontrak menjadi 110 juta.

Namun ada juga keuntungan yang bisa anda peroleh. Dengan sistem borongan, anda akan terhindar dari tukang yang memperlama pekerjaan yang mengakibatkan membengkaknya biaya tukang, cuaca yang menghambat perkerjaan, atau ketika terjadi kenaikan harga material. Anda tidak perlu pusing, karena semua hal tersebut menjadi tanggung-jawab kontraktor.

  • Segi kepuasan

Kontraktor biasanya bekerja berdasarkan gambar kerja acuan. Dan gambar tersebut sudah harus anda setujui sebelumnya. Dengan adanya gambar, anda bisa mengecek pekerjaan kontraktor apakah sudah seduai dengan gambar acuan. Perlu diketahui, dalam gambar kerja yang benar, harus detail memuat semua informasi pekerjaan. Jika ada pekerjaan pembetonan, sudah harus memuat besaran besi, bentuk rangka besi, ukuran betton, dsb. Informasi yang detail tersebut bisa anda gunakan untuk mengkroscek dengan pekerjaan kontraktor.

Selain itu, kerapian pekerjaan juga menjadi point utama. Kontraktor yang baik, selalu mengutamakan ketepatan dan kerapian. Tepat dalam ukuran, perbandingan, dan jenis bahan. Serta kerapian dalam pengerjaan sehingga meminimalisir penyusutan kekuatan struktur.

Resikonya adalah, jika anda menggunakan kontraktor yang nakal. Demi mendapatkan keuntungan, berani menawarkan harga murah namun akhirnya mengambil keuntungan dari pengurangan bahan yang digunakan. Misalnya, seharusnya tulangan besi menggunakan diameter 12 mm, hanya diisi dengan menggunakan besi 10 mm. Selisih harga tersebut yang menjadi keuntungan secara ‘ilegal’.

3. Cost n Fee

Bagi anda yang berprinsip kualitas nomer satu, uang nomer dua, sistem ini sangat cocok untuk anda. Sistem ini berada pada tengah-tengah antara harian dan borongan. Sistem ini cocok untuk anda yang mengutamakan kualitas dan sering bergonta ganti selera. Anda bisa mengatur waktu sesuka anda untuk mengawasi jalannya pekerjaan, namun juga kualitas pekerjaan masih terjaga.

Sistem cost and fee adalah, anda menyewa jasa pelaksana pekerjaan, dengan membayar fee sekian persen dari total nilai akhir pekerjaan. Umumnya adalah 10%. Bedanya dengan borongan adalah, pelaksana lapangan tidak bertanggung jawab atas kenaikan harga dan keterlambatan pekerjaan akibat cuaca.

Lantas, bagaimana kelebihan dan kekurangannya?

  • Segi waktu

Anda yang mempunyai cukup waktu cocok menggunakan sistem ini. Anda tidak perlu terlalu rutin mengawasi pekerjaan. Jalannya pekerjaan juga terkontrol oleh pengawasan dari pelaksana yang tentu sudah mempunyai kemampuan manajemen waktu proyek. Anda juga bisa menekan pelaksana untuk tidak terlambat dalam pengerjaan. Selai itu anda juga bebas menentukan pekerjaan apakah tetap dikerjakan ataupun tidak apabila waktu sudah mepet.

  • Segi biaya

Dari segi biaya memang cukup besar yang harus anda keluarkan. Disamping resiko kenaikan harga, anda juga menanggung jasa pelaksana sebesar 10%. Hal ini berarti anda harus mengeluarkan kocek dobel.

Dengan anda yang menanggung harga bahan, maka kemungkinan bagi pelaksana untuk mengambil kecurangan dari pengurangan bahan menjadi kecil, sehingga kualitas bangunan menjadi terjaga. Begitu juga dengan biaya tukang, anda bisa berhemat kareana pekerjaan tukang tidak terjadi kesalahan yang meyebabkan pengulangan.

Resiko yang lainnya adalah, ketika anda selalu mengubah desain pada saat pelaksanaan. Hal ini tentu mengakibatkan lamanya pekerjaan juga bertambahnya biaya pembelian bahan. Anda yang hobby jalan-jalan, sering mengalami ini. Anda mendapat masukan desain dari tempat-tempat yang anda kunjungi. Dan biasanya hal itu akan anda terapkan pada pekerjaan pembangunan anda.

  • Segi kepuasan

Dari segi kualitas dan kepuasan, sistem cost and fee sangat ideal. Kualitas desain bisa anda kontrol sendiri, pun juga kualitas bahan. Anda yang suka utak atik desain sendiri, ataupun yang suka pengetahuan tentang bangunan, bisa eksplorasi secara luas dengan sistem ini.

Nah, sekarang tinggal bagaimana anda menentukan sistem yang cocok dengan anda. Usahakan jangan sampai satu aspek saja yang dikedepankan, tetapi mencakup semuanya, sehingga nantinya hasil akhir dari bangunan anda tidak akan mengecewakan. Begitu juga hubungan dengan orang-orang yang membantu anda mewujudkannya…selamat membangun..!! 🙂

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s