UKS SD N 187 Palembang


Pada sekitar bulan April 2016, saya diminta tolong oleh istri saya untuk membuat desain UKS. Istri saya yang sebagai pengelola UKS di tempatnya bekerja memerlukan desain tersebut karena ruang UKS dipindah ke ruangan lain yang lebih besar. Selain itu, UKS yang baru ini akan masuk dalam penilaian dari dinas terkait.

Menurut Wikipedia : “Usaha Kesehatan Sekolah disingkat UKS adalah program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah. Melalui Program UKS diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang harmonis dan optimal, agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Ruangan UKS yang baru ini yaitu 8×8 meter persegi. Berikut foto-foto ruangan eksisting :

wp_20160419_003

Ruangan yang akan digunakan adalah bekas ruang kelas. Dengan ukuran tersebut, memungkinkan untuk diisi dengan frniture yang cukup komplit. Ruang berada pada salah satu ayap bangunan, menghadap ke arah barat.
wp_20160419_004

Interior ruang eksisting menggunakan alas keramik putih ukuran 30×30 cm. Kusen dan daun pintu+jendela menggunakan kayu lokal solid dengan lapisan cat warna coklat. Terdapat boven yang cukup lebar sepanjang kedua dinding samping ruang ini.

wp_20160419_007

Ruang ini berhubungan langsung denga ruangan di sebelahnya, hanya dibatasi dengan kayu lapis model tripleks yang dapat dibuka sewaktu-waktu ketika sekolah membutuhkan ruangan yang luas.

wp_20160419_008

Pada sisi sebelah barat, karena berbatasan dengan selasar, terdapat jendela yang diatasnya dilengkapi boven dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan sisi timur. Pintu keluar hanya ada satu, menghadap ke selasar.wp_20160419_009wp_20160419_005

Plafond ruang ini masih menggunakan bahan eternit dengan rangka kayu. Plafond eternit memiliki ukuran 1×1 m2 dan pada sambungan antar eternit dilapisi dengan kayu untuk menutupi sambungan.

Ruang UKS yang baru, dikehendaki memiliki 3 ranjang pasien untuk siswa dan 3 ranjang pasien untuk siswi, ditambah dengan 1 ranjang periksa (dalam ruang tindakan).

Dalam desain, saya menempatkan ranjang-ranjang tersebut secara terpisah, dibatasi oleh sekat portable dengan bahan kayu lapis finishing HPL. Ketinggian pembatas juga hanya sebatas dada, sehingga apabila ada seseorang berdiri di seberang, masih bisa terlihat kepalanya.

Pada bagian depan didekat pintu masuk, saya letakkan meja dan kursi. Meja kursi ini berguna untuk menerima tamu; orang tua siswa yang sakit, tim peninjau dari dinas terkait, serta sebagai meja kerja guru yang diserahi tanggung jawab sebagai pengelola UKS.
1-copy

Sebagai pembatas visual, antara ruang ranjang denan area lain dibatasi dengan gordyn. Pada ujung dinding sebelah utara diletakkan almari alat-alat kesehatan.2-copy 3-copy

Pembatas antara ruang siswa dengan ruang siswi selain membatasi secara fisik, juga digunakan sebagai almari penyimpan alat-alat UKS yang tidak digunakan dalam keseharian, misal; sprei bed, gordyn, handuk, dll.4-copy 5-copy

Sementara itu ruang tindakan diletakkan khusus di area yang berbatasan dengan meja pengelola. Ruang ini dibuat tertutup tersendiri untuk meminimalisir gangguan yang berpotensi menyebabkan berkurangnya konsentrasi saat menangani pasien dalam keadaan darurat. Ruang ini yang digunakan pertama kali mengangani pasien siswa/siswi.6-copy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s