Arsitek Jogja : Mr. Herry House – Jakarta


14 copy

Pak Herry Hilman, adalah klien saya yang berdomisili di Jakarta. Beliau mempunyai keinginan membangun sebuah rumah tinggal. Desain ini adalah pembangunan dari nol.

Site yang ada berbentuk segi empat persegi panjang. Dengan bentuk yang mengecil di bagian belakang. Sesuai dengan gambar berikut ;

Tapak

Denah awal yang saya buat menyesuaikan dengan site. Saya merespon bentuk site yang kurang ‘siku’ dengan memasukkan unsur-unsur yang mengikuti garis site. Setelah mencoba beberapa kali, ternyata ada beberapa lahan sisa yang kurang efektif untuk bisa digunakan.

Denah Awal 1Denah Awal 2

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya bentuk site yang cenderung miring tersebut sedikit ‘dikesampingkan’ dan Pak Herry meminta untuk dibuat denah dengan bentuk persegi panjang, dengan asumsi mengesampingkan lahan sisa yang terbentuk karenanya.

Denah rumah saya buat dengan memanfaatkan lahan samping sampai maksimal (mentok pinggir lahan). Yang membuat rumah ini sedikit berbeda adalah, pintu masuk yang tersembunyi. Berada pada tengah fasad rumah, namun menghadap ke samping, sehingga terkesan tersembunyi.

Denah jpeg lt.1 web

Pada lantai satu, begitu kita masuk melewati main entrance, kita langsung dihadapkan pada ruang keluarga yang berbatasan langsung dengan kolam. Di sisi samping ruang keluarga juga saya tempatkan taman untuk sirkulasi udara dan cahaya ke dalam rumah.

Dapur ada dua, yakni dapur kotor dan pantry yang dilengkapi dengan minibar. Disamping ruang makan terdapat musholla yang menghadap kolam disamping ruang makan tersebut, untuk memberikan kesejukan dan suplai udara. Ruang servis berupa kamar pembantu berada paling belakang, dengan akses berupa tangga putar untuk mencapai lantai 2.

Denah jpeg lt.2 web

Lantai atas terdapat 4 kamar tidur, ruang duduk, dan perpustakaan. Bagian yang berada diatas ruang keluarga, saya buat sebagai void, sehingga ruangan menjadi tinggi dan lapang, juga agar sirkulasi dapat tercipta antar lantai, selain  juga dapat menambah luas kontrol view dari lantai ke lantai bawah.

11 copy

Pada fasad bagian depan, saya mencoba bermain dengan bentuk geometris kaku, untuk menciptakan kesan modern. Komposisi fasad saya buat sebagai “gradasi” dari material batu -> kayu -> cat (beton modern). Ketiga unsur ini mewakili sejarah penggunaan material didalam bangunan. Batu yang digunakan adalah material batu alam tempel. kayu yang digunakan adalah kayu sintetis yang tahan terhadap cuaca untuk finishing eksterior.

Untuk pelapis kusen dan daun pintu/jendela, saya gunakan duco warna putih, memberikan kesan modern, bersih, minimalis. Selain itu sebagai ungkapan kontras dengan beberapa material pokok diatas.

Berikut gambaran dalam ruangan sebelum terisi oleh furniture ;

7 copy 8 copy 9 copy 10 copy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s