Arsitek Jogja : “In Minute” Cafe – Yogyakarta


DSC_0356 copy

11 copy

Project ini merupakan salah satu experiment project saya dalam mengeksplore kayu. Meskipun kecil, saya sangat menikmati pengerjaanya, baik saat mendesain, maupun dalam pelaksanaannya, karena pengerjaan diserahkan kepada saya.

Ini merupakan project dari temen SMP saya yaitu Hervan Akadhina. Merupakan salah satu ruang dari sebuah POM bensin yang berada pada Jalan Godean. POM bensin ini juga milik beliau.

Ruang ini awalnya adalah musholla. Karena ada beberapa perubahan fungsi ruang pada bangunannya, maka letak musholla dipindah dan ruangan ini dijadikan tempat untuk makan-minum bagi pengendara yang istirahat di POM bensin miliknya.

Berikut foto-foto eksisting ruangan :

Tegalrejo-20121213-00493 copy Tegalrejo-20121213-00492 copy Tegalrejo-20121213-00490 copy Tegalrejo-20121213-00489 copy

Konsep awal yang pertama saya ajukan mengacu pada image teman saya yang ‘koboi’. Saya menggunakan bahan-bahan kayu sebagai poin utama dalam desain. Balok penopang dak beton saya tutup dengan lembaran kayu, kemudian kolom saya tutup dengan papan-papan kayu jati kecil (lebar sekitar 5-6 cm) dengan batas atas yang acak untuk menampilkan kesan ‘tumbuh’ yang tidak monoton namun tetap mengarah kepada ‘kemajuan’ yang ditunjukkan mengarah ke atas. Sementara untuk meja kursi dan perabot lain saya desain sederhana dengan menggunakan papan-papan kayu pinus (kayu ini mempunyai serat yang menawan). Untuk bantalan kursi saya lapisi dengan busa yang ditutup kulit vinyl.

Meja kasir menjadi satu dengan meja pajangan makanan, yang berupa makanan kecil berupa roti, jajanan pasar, dan snack. Rak kaca saya letakkan pada atas meja. Kemudian rak kayu tinggi mencapai balok saya letakkan pada dinding bagian belakang kasir serta ambalan-amnbalan yang menempel pada dinding berada di sampingnya.

Untuk bagian samping yang berbatasan dengan kolam, saya memberikan sedikit shading dengan lebar sepanjang bukaan. Shading menggunakan rangka besi holo dan papan-papan kayu jati tipis memanjang dengan pengaturan yang acak, sehingga mendapatkan bayangan yang artistik. Berikut tampilan awal desain saya :

1 copy

Bagian luar bangunan, selain kayu yang menempel pada kolom, saya menggunakan kayu belah sisi luar batang pohon, yang diletakkan pada bagian atas pintu masuk dan samping diatas shading. Ditambah dengan papan nama dari potongan tipis batang pohon jati yang berdiameter besar.

2 copy

Tanaman rambat saya tempatkan pada empat kolom untuk menciptakan kesan natural.

3 copy

Setelah berdiskusi, ternyata teman saya sudah membeli perabot meja kursi sebelumnya. Meja kursi yang dibeli adalah meja kursi pabrik dengan bahan metal dan warna yang dominan merah. Untuk itu saya mengubah desain saya untuk keperluan penyesuaian dari perabot tersebut. Berikut desain saya setelah revisi :

6 copy

Perubahan terjadi pada finishing meja kasir dan rak di belakang kasir. Saya menggunakan warna-warna tegas sesuai dengan perabot meja kursi. Finishing yang digunakan adalah cat duco, dengan warna merah dan putih.

7 copy

Sedangkan untuk bagian luar, saya mencoba ide untuk menggunakan shading bergerak, yang dapat ditarik keatas waktu dibuka dan kebawah untuk menutup bukaan pada bagian samping yang berbatasan dengan kolam. Hal ini dikarenakan permintaan teman saya dalam aspek keamanan.

5 copy 4 copy

Dalam praktek di lapangan, banyak hal yang diubah pada saat implementasi desain ke bentuk nyata. Sebelah atas kusen dan bukaan, terdapat shading dengan bahan alcopanel yang menerus. Hal ini menyebabkan rencana untuk shading geser tidak dapat diterapkan. Sebagai gantinya, saya menggunakan shading geser ke kanan-kiri. Bukaan yang ada cukup lebar, sehingga pembagian shading geser menjadi 4 pintu. Dua ke kanan dan dua ke kiri.

Untuk kayu yang berada diatas pintu masuk dan kolam, tidak dapat diaplikasikan karena bentuk eksisting desain dari gedung terdapat lapisan alcopanel dan kaca mati rangka alumunium pada ruangan diatasnya. Hal ini merubah desain kayu menyesuaikan lengkungan dari alcopanel tersebut.

13 copy 12 copy  10 copy

Jeruji shading geser yang terbuat dari kayu jati, dipasang secara acak pada rangka holo. Pada waktu dibuka, terlihat tonjolan-tonjolan yang tidak rapi pada batas holo masing-masing rangka. Namun ketika ditutup, akan menyatu dan rapi.

 8 copy

Setelah beberapa lama waktu pengerjaan, implementasi desain dapat dilihat pada foto berikut :

DSC_0324 copy

Meja kasir dan rak belakang meja kasir menggunakan bahan kayu lapis (multipleks) dengan finishing duco.

DSC_0349 copy

DSC_0341 copy

DSC_0340 copy

DSC_0328 copy

Terdapat beberapa hal yang belum terselesaikan pada waktu postingan ini saya buat, yaitu papan nama, lampu ruangan serta perbaikan AC. Lampu ruangan rencana menggunakan lampu gantung pada tiap kotak pembagian balok penopang dak beton.

DSC_0334 copy

DSC_0331 copy

Penutup balok penopang dak, menggunakan kulit kayu jati yang difinishing dengan mowilex. Kesan yang didapat sangat natural. Pelaksanaannya yaitu melapisi balok dengan papan akasia (dengan di bor pada balok), kemudian kulit kayu ditempelkan pada papan akasia dengan baut.

Perubahan lainnya terjadi pada bahan papan kayu di atas pintu masuk. Karena bahan pinggiran kayu jati sedikit susah didapat dan berat, maka diganti dengan papan kayu yang cenderung ‘rusak’ oleh ahli pahat biologis yaitu rayap. Pahatan-pahatan rayap ternyata menimbulka kesan alami yang sangat kuat pada papan kayu jati.

Pada awalnya saya juga masih ragu pada kekuatan rangka alcopanel yang menjadi tumpuan utama dari papan jati tersebut. Untuk menambah kekuatan tumpuan, agar tidak jatuh maka saya buat bentuk letter L dan dikaitkan pada dinding lantai 2.

DSC_0345 copy

Berikut foto-foto lain hasil implementasi desain :

DSC_0352 copy DSC_0350 copy  DSC_0348 copy DSC_0346 copy  DSC_0344 copy DSC_0343 copy DSC_0342 copy  DSC_0338 copy DSC_0335 copy  DSC_0330 copy  DSC_0327 copy DSC_0326 copy DSC_0325 copy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s