Arsitek Jogja : Mr. BUDI GUNUNG MULIA’S RESIDENCE


Proyek ini saya kerjakan pada akhir tahun 2007. Berawal dari permintaan ayah dari teman SMP saya, saya diminta tolong untuk mendesain rumah tinggal. Rumah ini baru, dalam artian, lahan masih berupa tanah kosong. Lokasi terletak di daerah Mancasan Lor, Condongcatur, Sleman.

Dengan luas tanah sekitar 300m2, pada awalnya Bp Budi Gunung Mulia menginginkan desain rumah tinggal yang mediteran, sedang istri beliau menginginkan model minimalis. Dari sini saya mengajukan dua alternatif.

.

Alternatif pertama, yakni desain rumah mediterania, saya menggunakan bentuk yang terdapat banyak kanopi, dimana atap juga melindungi semua sisi dinding depan sehingga tidak terkena air secara langsung. Selain itu penggunaan elemen-elemen tempel seperti list dinding, list kolom, dan lingkup jendela, merupakan ciri khas dari gaya mediterania. Saya tambahkan juga batu alam untuk mempermanis fasad depannya.

.

.

Desain berikutnya yang saya ajukan adalah model minimalis. Minimalis berarti melawan cuaca. Apalagi di Indonesia cuaca bisa dikatakan tergolong ekstrim. Hujan dan panas akan menjadi lawan dari model minimalis, namun hal ini bisa diatasi dengan pemilihan material yang digunakan. Dalam desain ini saya mengambil tema “bersih dan alami”. Saya tidak banyak menggunakan elemen yang tidak perlu (sesuai nama minimalis) dan menggabungkan warna melamin dari kusen dan daun pintu/jendela. Penggunaan garis-garis horizontal pada dinding saya tambahkan untuk memberi kesan kaku, rigid, dan pasti. Dalam desain ini, saya menggabungkan dua jenis atap yaitu atap dak beton dan atap genteng demi membuat desain minimalis bisa terwujud.

Setelah terjadi persetujuan mengenai desain yang akan dipakai, saya lanjut ke gambar kerja dan RAB. Kemudian masuk ke dalam tahap pelaksanaan pembangunan. Saya tangani sendiri dalam proses pembangunan ini. Hasilnya, saya bisa mengaplikasikan desain saya sehingga benar-benar bisa terbangun sesuai di lapangan. Ini adalah hal yang sering menjadi masalah ketika pelaksanaan tidak dilaksanakan/diawasi oleh perencana. Hasilnya, seperti pada foto-foto berikut…

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s